Pangeran Jawa Atawa Jager Melayu

Bramantyo Prijosusil
Jagger memepetkan wajahnya ke kaca pintu untuk melihat ke dalam. Terlihat bangku-bangku restoran berjajar dan sampah-sampah berserakan. Asbak, piring-piring kotor, botol-botol, dan gelas-gelas kosong, tetapi tak terlihat seorang manusia pun. Jagger mundur, dan didengarnya musik berdentam dari arah atas. Ia mendongak, dan di lihatnya di atas restoran itu ada jendela terbuka, dan dari jendela terbuka itulah sumber suara musik berdentam. Jagger mengetuk pintu, keras-keras, tetapi tak ada jawaban. Lagi dia mengetuk pintu keras-keras, dan juga dia berteriak keras-keras ke arah jendela di atasnya.
selengkapnya