Transfer BLT dan Transfer Pemain Bola sebagai Faktor Penyebab Galau – Bala Seda

Disclaimer:  Judul ini tidak perlu pembuktian ilmiah. Jadi, jangan repot-repot dijadikan hipotesis skripsi bagi kaum kuliahan ya!

Bapaknya Kaesang pada 11 Agustus 2020 menginfokan bahwa pemerintah akan memberikan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada karyawan swasta dengan gaji di bawah Rp 5 juta. Sontak, kabar ini menjadi angin segar bagi para karyawan di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini.

Berbahagialah kalian yang transferan BLT-nya sudah masuk ke saldo rekening. Mohon dicek lagi dengan teliti, untuk pastikan bahwa uang yang masuk benar-benar merupakan dana BLT, dan bukan sisa tabungan kalian. Agar kebahagiaan kalian menjadi lebih paripurna dan bukan sekadar hal semu. Apalagi, akan ada tahapan BLT selanjutnya. Asyik kan?   

Sayangnya, ada di antara teman kalian yang ternyata sampai hari ini belum menerima transferan BLT tersebut. Omong kosong jika mereka tidak merasa galau dan tidak bertanya-tanya di dalam hatinya. 

Kapan transferan BLT masuk?

Ritual Baru

Untuk pemilik fasilitas internet banking di telepon genggam, bukan perkara sulit untuk mengecek saldo rekeningnya. Selama koneksi internetnya gaspol, maka hanya butuh sepersekian detik untuk tahu isi rekening.

Bagaimana jika ingin mengecek di loket ATM? 

Nah, ini perlu persiapan batin ekstra. Bayangkan, siang panas terik, bagi yang cuma motoran ke lokasi ATM, eh… transferannya masih zonk, malah ke luar duit lagi untuk ongkos parkir. Kalau tukang parkirnya ramah dan sopan mungkin kalian sedikit terhibur. Namun, jika sebaliknya, derita lu bertambah!

Rutinitas pengecekan saldo rekening ini yang mungkin saban hari dilakukan oleh kalian, para karyawan. Terutama bagi mereka yang sama sekali belum menerima tahapan pertama pembagian dana BLT bagi pekerja.

Sementara itu, rutinitas lain juga dirayakan oleh para pengikut ‘sekte’ sepak bola. Bulan September lalu juga spesial, karena di benua Eropa sana j sedang berlangsung transfer window bagi para pemain sepak bola dari satu klub ke klub lainnya. 

Penggemar klub sepak bola Eropa yang bermukin di Indonesia juga hampir dipastikan tidak akan berpaling dari ingar bingar isu transfer pemain, baik yang masuk maupun keluar dari klub idolanya. Mereka mencermati info dan beragam berita transfer secara real time dari berbagai sumber.

Sekali tempo, berita transfer pemain belum ada yang deal. Para penggila klub bola mulai waswas. Di lain waktu, sering terjadi, sang pemain yang diidamkan berlabuh ke klub kesayangan malah memutuskan bertahan di klub lamanya. Yang menyakitkan, ada kalanya, pemain yang sudah diincar lama, eh… ditelikung di detik-detik terakhir dan malah berlabuh ke klub pesaing. Impian indah transfer malah gagal total. Kasihan deh lu! 

Jika kalian termasuk dalam dua posisi di atas—seorang karyawan yang belum menerima transfer BLT dan sekaligus seorang pendukung klub sepak bola yang menantikan kepastian transfer pemain incaran klub—bersiaplah kalian. Siapkan mental, plus tentunya kuota internet. Karena, ritual-ritual seperti yang digambarkan di atas harus kalian lalui.

Hambatan Transfer

Saya berbaik hati berbagi saran, bukan berbagi kuota atau give away, maka kalian perlu pula mencerna analisis saya selanjutnya.

Dalam beberapa berita di media massa, Sang Ibu Menteri Ketenagakerjaan, menerangkan bahwa ada beberapa hambatan dalam proses transfer BLT. Mari kita cermati!

Pertama, pemerintah menetapkan kuota pencairan pertama untuk 2,5 juta penerima (dari sekitar 15,7 juta calon penerima). Bagi kalian para karyawan yang belum menerima BLT, bisa jadi kalian belum termasuk 2,5 juta orang penerima tahap pertama tersebut. 

“Kami membutuhkan waktu untuk mengecek, 2,5 juta itu bukan angka yang sedikit,” ujar sang menteri, seperti dilansir oleh portal berita CNN Indonesia. 

Bayangkan, pemerintah saja masih cukup kerepotan. Jadi, mungkin kalian perlu bersabar lagi guys

Kedua, transfer antarbank juga perlu waktu beberapa hari (sekitar 5 hari kerja). Pemerintah melakukan transfer melalui Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara), seperti BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BTN. Padahal, rekening bank dari karyawan penerima BLT ada yang berasal dari bank swasta. 

Bersyukurlah jika rekening bank kalian adalah bank-bank BUMN karena pasti akan lebih cepat prosesnya. Jadi, bagi kalian yang memiliki rekening di bank swasta harap maklum. Sudah lazim di negeri ini, yang ‘pelat merah’ diutamakan.

Ketiga, ternyata ada perusahaan yang memang belum menyerahkan atau melaporkan data rekening karyawannya yang berhak menerima BLT.

Wah, kalau hambatan ini perlu langsung cek dan curhat ke rekan kerja yang diberi wewenang mengurusnya. Namun ingat, jangan curhat masalah pribadi kamu yang lain ya! 

Keempat, nomor rekening para calon penerima BLT yang sudah dikirim dari kantor/perusahaan masih dalam tahap validasi oleh pemerintah. Kalau ini, ya selain bersabar juga tinggal pasrah menunggu dulu hasil validasi.

Kelima, karyawan/pekerja memang tidak memenuhi syarat sebagai calon penerima. Nah… wassalam: tidak ada solusi lain.

Lalu, bagaimana dengan kondisi para penggemar klub sepak bola terkait bursa transfer pemain? Tentu saja bukan dijelaskan oleh Ibu Menteri Ketenagakerjaan. namun, kita bisa berandai dengan beberapa kemungkinan hambatan:

  1. Saking banyaknya target incaran pemain atau terlalu berlebihannya harapan para penggemar, sehingga justru transfer pemain tidak kunjung terealisasi.
  2. Kondisi krisis keuangan klub akibat pandemi global Covid-19 membuat operasi pembelian pemain juga terhambat. Hampir semua klub perlu menjual pemain terlebih dahulu.
  3. Ada klub yang memang sengaja memperlambat dan menahan kepergian pemainnya yang merupakan aset besar bagi klub itu sendiri
  4. Negosiasi gaji dan kontrak pemain yang memang berbelat-belit
  5. Ada pemain yang memang bersikeras bertahan di klub lamanya. Alias tidak mau dijual. Atau memang tidak ada peminat dari klub lain.

Demikian kira-kira analisis yang ada. Jika kalian belum terpuaskan dan merasa masih galau maka enjoy aja! Minimal hipotesis judul tulisan ini sudah terbukti—kalau memang kalian terbukti galau.

Teruskan ritual harian kalian untuk mengecek saldo rekening serta mencari tahu isu dan berita perkembangan bursa transfer dari klub favorit kalian.

Yakinlah… semuanya akan berakhir kalau sudah ada transfer BLT yang masuk ke rekening kalian serta saat bursa transfer window liga sepak bola di Eropa ditutup.
***

Bala Seda, perantau yang menetap di Jogja. Sehari-hari bergelut dengan teks dan gambar di salah satu media penerbitan. Di luar kesibukan dan rutinitas, saat ini lagi senang-senangnya mengirimkan ‘isi kepalanya’ untuk merantau juga ke mana-mana.