Kenangan

Hitam cemara
rebah merengkuh tepi segara.
Ia simpan sepinya sendiri.

Duh, Dewi Anjani
duka apa telah terjadi
selama delapan abad kamu menanti ?
Sedang sekejap   
Rindumu begitu melumpuhkan.

Tiap tubir Sangkereang
adalah pertanda bahagia kita.
Pada tebing-tebing Gunung Baru Jari
semua harapan pernah kita tatah.

Kalau nanti
Tulang-tulang lantak dihisap bumi
sesal itu tak perlu lagi. 

Kita tak bicara keabadian.
Hanya sepi
berpeluk hangat kenangan.
                                                              
Rinjani, 2012

pencerita

Leave A Comment