Penulis edisi 297

Dr. Victor A. Pogadaev, Assoc. Professor di Lomonosov Moscow State University, Rusia. Lahir 20 November 1946, dia merupakan sejarawan yang kerap menerjemahkan karya sastra Malaysia dan Indonesia ke Bahasa Rusia dan sebaliknya. Aktif di Nusantara Society, organisasi nir-laba yang terdiri dari para akademisi yang mempunyai perhatian pada Nusantara.

MORE
Tentang Yang Tidak Pernah Ada 1

Maka tiba hari bapak membawa anak lelakinya ke kebun binatang dan menunjukkan harimau kepadanya di situ. Harimau mempunyai mata yang hijau dengan anak mata seperti garis menegak, di sekitar hidung kulit yang hitam, juga ada lingkaran-lingkaran hitam dan telinga tegak di kepala seperti dua tiga segi yang sama. “Bapak,” kata Dima ketika mereka meninggalkan sangkar, […]

MORE
Tentang Yang Tidak Pernah Ada

“Bapak,” kata Dima ketika mereka meninggalkan sangkar, “Saya mau harimau.” Bapak berjalan dan memikirkan tentang hal-hal sendiri. “Ba-pak…” Dima merengut.  “Apa, apa?” Bapak bertanya dengan nada jengkel.Sekiranya Dima lebih dewasa maka dia mengerti bahwa pada saat-saat seperti ini tidak selayaknya bercakap. Akan tetapi Dima cuma berusia enam tahun dan dia berkata: “Saya mau supaya harimau tinggal di […]

MORE
Pernikahan Sendal

Di pernikahan esok hari, aku bersyukur kau mendapat pasangan sehidup sematiPernikahan di gedung telapak kaki, sepasang sendal janji akan hilang, putus dan dicuri***

MORE
Tanya Sendal

“Apa yang lebih menggertak dari sayu rindu seorang telapak kaki nan rupawan terhadap kerling mata sendal jepit yang jelita?”Tanya emperan musala tua pada pacarnya“Dalam siksa kuburnya, seorang pencuri sendal musala menyiapkan kereta kencana pada jepit sendal yang ingin menapak tanah surga”Jawab maling pada pujangganya***

MORE
Kapal Sendal

Dengan dua puluh mimpi semalamBujangan sendal pergi menggendong penasaran jodoh, sambil menerka kehendak alam“Ternyata pasanganmu ada di Teluk Bayau, Ndal, kau harus pergi ke sana dengan mengendarai kapal.“Ketika mimpinya ditafsirkan tukang jamu,Sendal jepit siap terbang mengendarai tungkai kapal telapak kaki milikmu

MORE
Penulis Edisi 297

Sitor Situmorang, (1923-2014), dilahirkan di Harianboho, Samosir, 2 Oktober 1923. Setelah lulus MULO di Tarutung, melanjutkan studinya ke AMS di Jakarta tetapi tidak tamat. Awal revolusi bekerja sebagai wartawan di Medan, tahun 1948 berangkat ke Yogya dan ketika Aksi Militer II ditawan di Wirogunan, Yogya, oleh Belanda. Pada tahun 1950 ke Negeri Belanda atas undangan Sticusa […]

MORE
Upacara di Rumah Adat

Terbalut selimut pengantinkita, perlukan dan nafsubagian dari margasanggama di pangkuannya Dari pori-pori tubuhkumenetas nafas hayatberdiang di liang pusarmu(di luar angin kemarau) (dengarkan ia mengelucak danaumengguncangguncang tutup sarkopakdi pusat lembah) Fajar tibamennyinari tubuhmuhangat menyusukan tubuhkudi pelaminan angin redajagad terpelukdalam rahimmu hingga danau mandi di pagilembahberkemasmenyambut pengantin barunya di pusat rumah adattempatku subur kembalidi rahim warga***

MORE
Balige

rasa tak ada yang berubahdi kota kecil iniwalau setengah abad sudahpertama kali di siniaku masuk sekolah rasa tak ada yang berubahnamun kutahu banyak terjadiseperti juga di pedalamanhatiku yang berdalih-dalih kembali pulangnamun tiada kembalidi negeri sekali ditinggalduludi suatu pagi cerah***

MORE