Ketika Tohari Menyelamatkan Lasi

Dodiek Adyttya Dwiwanto. Judul Buku : Belantik (Bekisar Merah II)Penulis : Ahmad TohariPenerbit : Gramedia Pustaka UtamaTahun : November 2001Tebal : 142 halaman Kehidupan wong cilik di pedesaan. Itulah ciri khas seorang Ahmad Tohari dalam menulis, tidak hanya novel-novelnya tetapi juga dalam menulis kolomnya. Tengok saja novel-novelnya terdahulu seperti Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk (Ronggeng Dukuh […]

MORE
Dokter Zhivago

Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960. Selama ia duduk di kereta api, bagi Yury seolah hanya kereta api yang berjalan, seolah waktu berhenti dan hari masih tengah siang saja. Tapi sebetulanya sudah sore benar, keritka keretanya jalan pelan-pelan dari stasiun ke tengah khalayak ramai di Pelataran Smolensky. Entah bagaimana […]

MORE
Tentang Penulis Edisi 68

Dodiek Adyttya Dwiwanto, pernah bekerja sebagai wartawan majalah sepakbola dan penulis naskah di sebuah biro iklan. Menulis cerita pendek, resensi buku dan artikel sepakbolak.Sitok Srengenge,penyair tinggal di Jakarta dan pegiat di Komunitas Utan Kayu. Lily Nababan, tamatan Fakultas Hukum Universitas Parahiyangan Bandung dan Lembaga Pendidikan Pers Dr. Soetomo.

MORE
Secangkir Kopi Untuk Vladimir Barakovsky

Sitok Srengenge “Tapi kau berhenti berkekasih dan mengapa kaupilih binatang untuk mewakili orang-orang yang kaucinta?”“Karena bagi saya, cinta itu urusan gagasan, you know. Di dalam cinta kita mendapat ekspresi yang paling kuat. Dan ekspresi itu saya gunakan untuk menyatakan gagasan saya, semacam satir terhadap impian revolusi-sebuah utopi di mana terkandung emosi, ambisi,” ia peragakan tangan […]

MORE
Berlin

Lily Glroida Nababan kau masih disana dan tak berubah,         berlin….                kota impian malam sepi…gereja kaiser william tiga masih tegak tak bergeming            dengan luka lama di pucuknya..tatapanku padanya tak bergerak saat berdiri di pelataran                     zoological garten hauptbahnhof… kau masih disana…         satu dua bangunan baru tak membuat kau berganti rupa, berlin….           kurfustendamm bermandi daun linden hijau cerah             s-bahn melintasi friedrichstrasse              menjelajahi sisa-sisa kenangan pahit                   menyeberangi sungai […]

MORE