Penulis edisi 221

Liston P Siregar editor www.ceritanet.com Presiden Hayat penikmat seni dan sayur asam wah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis sejak tahun 1995. Bukunya berjudul Revolusi Hati untuk Negeri akan segera terbit. Ajip Rosidi (lahir 1938) pertama kali pindah ke Jakarta tahun 1951 ketika mau melanjutkan sekolah menengahnya, belajar menulis dan memilih kesusastraan sebagai pilihan hidupnya […]

MORE
sajak Galau

Presiden Hayat Patah lidahku/ pada wajahmu/ patah sikuku/ pada tulusmu/ patah hatiku/ pada ragumu/ kalau ayam tak berkokok, akankah siang tak akan datang? Kuhanyutkan galau pada air sungai yang mengalir jauh ke muara menyambut azan dan meninggalkan batu dan pasir yang dicintainya Sepi Berceritasepi bercerita bahwa engkau telah melupakan aku/ tak apa kataku, asal Tuhan […]

MORE
Penulis edisi 219

Presiden Hayat penikmat seni dan sayur asam. Ajip Rosidi (lahir 1938) pertama kali pindah ke Jakarta tahun 1951 ketika mau melanjutkan sekolah menengahnya, belajar menulis dan memilih kesusastraan sebagai pilihan hidupnya di sana, memimpin majalah Suluh Peladjar (1953-1955), Prosa (1955) dan Budaja Djaja (sejak 1968). Pernah memimpin Madjalah Sunda (1965-1967) di Bandung. Sejak 1971 memimpin Badan Penerbit Pustaka Jaya, Yayasan Jaya Raya. Menerbitkan sejumlah […]

MORE
Penulis Edisi 205

Presiden Hayat, penikmat seni dan sayur asam Suhendri Cahya Purnama, tinggal di Bandung. __________________________________

MORE
Obrolan Mayat-mayat

Presiden Hayat Di taman makam pahlawan ini kita saling berbagi kebohongan yang telah kita lakukanmenceritakan rahasia-rahasia yang tak lagi menjadi rahasiamenertawai si pengecut, cecunguk yang meringkuk di balik seragam gagahkita tersenyum kecut mengingat siasat divide et imperalempar bom sembunyi tanganmanajemen terorah masa lalumasih terngiang-ngiang tembakan salvo dan tatapan polos para peziarah itu 

MORE
Sepi Bergaduh

Tuhan menciptakan sepidi mana muhasabah dibiakkan Tuhan menciptakan sepidi mana marah dipenjarakan Tuhan menciptakan sepidi mana malam disenangkan Tuhan menciptakan sepidimana luka disembuhkan Tuhan menciptakan sepidi mana aku nyamanbersandar di sana di dalam sepi, aku tidak kesepian

MORE
Tuhan menciptakan riuh

Tuhan menciptakan riuh agar suara keadilan gaduhTuhan menciptakan riuh agar kekritisan kita tidak roboh jatuhTuhan menciptakan riuh agar demokrasi bisa berlabuhriuh bukan sekedar mengaduh-aduh tapi berpacu berbuat sesuatu yang ampuhsembari tetap bersimpuh padamu yang telah menyelamatkan nabi nuh***

MORE
Aku dan Yojuni, ketika Noru Tiada

Presiden Hayat Denting sendok yang terpeleset membentur piring disusul denyit garpu yang tergesek pisau saat mengiris daging yang dicocoknya, sesekali terdengar dari meja-meja di sekitar kami.        “Kamu tak akan bisa menjalani masa depanmu dengan tenang, kalau kamu tidak berdamai dengan masa lalumu.”  Beberapa saat dia menatapku, menegaskan agar aku mengikuti kata-katanya. “Dia sudah pernah dicium orang […]

MORE
Penulis Edisi 202

Gendhotwukir, lahir di Magelang, 7 Januari 1978. Sajak, cerpen, esai dan tulisan-tulisannya tersiar di sejumlah media di Indonesia dan di luar negeri seperti Hongkong, Belanda dan Jerman. Salah satu tim pendiri Rumah Baca Komunitas Merapi (RBKM) dengan alamat blog http://rumahbacakommerapi.multiply.com ini pernah mengenyam pendidikan di Philosophisch-Theologische Hochschule Sankt Augustin Jerman dan kini bekerja sebagai jurnalis. […]

MORE
Grrrrrrhhhhh!

Enak saja orang-orang yang punya sekarung uang itu mengencingi sistem hukum kita, menjijikkan, dan di dalam penjarapun mereka bisa plesiran sementara orang miskin hidup lebih buruk dari anjing namun orang menganggap biasa dan merasa nyaman diam berpikir itu bukan tugasnya walaupun ini keterlaluan bung karena kita semua ternyata warga gombal

MORE