Tentang Yang Tidak Pernah Ada (2)

Victoria Tokareva, diterjemahkan Dr. Victor A. Pogadaev Tombol dalam otak memang tidak ada, tetapi ada telepati. Apabila seseorang memikirkan sesuatu terus menerus maka otaknya memancarkan gelombang mampat ke segala arah. Gelombang itu memenuhi flat dan karena tidak bisa termuat sepenuhnya maka keluar lewat jendela. Di luar gelombang itu tersebar ke atas dan ke samping serta […]

MORE
Tentang Yang Tidak Pernah Ada 1

Maka tiba hari bapak membawa anak lelakinya ke kebun binatang dan menunjukkan harimau kepadanya di situ. Harimau mempunyai mata yang hijau dengan anak mata seperti garis menegak, di sekitar hidung kulit yang hitam, juga ada lingkaran-lingkaran hitam dan telinga tegak di kepala seperti dua tiga segi yang sama. “Bapak,” kata Dima ketika mereka meninggalkan sangkar, […]

MORE
Tentang Yang Tidak Pernah Ada

“Bapak,” kata Dima ketika mereka meninggalkan sangkar, “Saya mau harimau.” Bapak berjalan dan memikirkan tentang hal-hal sendiri. “Ba-pak…” Dima merengut.  “Apa, apa?” Bapak bertanya dengan nada jengkel.Sekiranya Dima lebih dewasa maka dia mengerti bahwa pada saat-saat seperti ini tidak selayaknya bercakap. Akan tetapi Dima cuma berusia enam tahun dan dia berkata: “Saya mau supaya harimau tinggal di […]

MORE
Dari Kehidupan Para Jutawan

Victoria Tokareva Penerjemah: Victor Pogadaev Maurice memberitahu Sofie bahwa aku kehilangan kopor padahal besok aku ada rekaman untuk TV dan karena itu adalah mustahak memilih baju untukku sebelum pukul 11 pagi. Aku menangkap kata-kata ‘television‘, ‘bagaj’ ‘la robe’. Tiga kata itu cukup untukku. Aku hendak campur tangan dan menghentikan Maurice tetapi mengerti perlunya lebih untuk […]

MORE
Penulis edisi 260

Jajang Kawentar, mengajar di SMA Pusri Palembang dan sebagai pegiat seni ikut mengelola Sanggar Air Seni Palembang. Ani Mulyani, dari Sukabumi pindah ke Jakarta dan sambil bekerja dia belajar hingga menyelesaikan kuliah di S1 di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo. Selain menulis, juga rutin ke pusat kebugaran, bersepeda dan lari. Arifah Nugraheni, kelahiran […]

MORE
Dari Kehidupan Para Jutawan

Victoria TokarevaPenerjemah: Victor Pogadaev Kadang-kadang ketika aku mengalami waktu yang terlalu cerah, aku meninggalkan meja tulis dengan rasa bahagia dan keluar berjalan-jalan dengan tak memerhatikan apa-apa di sekitar seperti orang yang jatuh cinta. Tetapi cinta tidak bisa mengubah objek. Itulah keunggulanku. Bagaimanapun ada juga,  aku sedikit menyimpang dari inti pertanyaan. Aku akan menjawab: “Ya”. Sastra […]

MORE
Penulis edisi 262

Arifah Nugraheni, kelahiran Klaten, Pulau Jawa, dan sekarang mengajar di SM3T di Pulau Morotai, Maluku Utara. Kontrak mengajarnya di Pulau Morotai selama satu tahun dan pada masa itu ingin memebantu menyampaikan suara-suara para murid di Pulau Morotai. Liston P Siregar, editor www.ceritanet.com Viktoriya Tokareva, lahir 20 November 1937 in Leningrad. Penulis naskah film dan cerita […]

MORE
Dari Kehidupan Para Jutawan

Victoria TokarevaPenerjemah: Victor Pogadaev Kami duduk mengelilingi meja. “Tadi pagi aku pergi ke dokter,” kata Madelaine. O, jadi Madelaine  datang ke kota untuk pemeriksaan doktor. “Segala-galanya oke,” dia menambahkan dengan nada puas.“Apa yang kau derita?” tanyaku meskipun tidak tahu apakah sopan pertanyaan seperti itu.“Kanker. Sedikit saja.” Aku terus menundukkan kepala untuk menyembunyikan kebingunganku. Kanker merupakan  […]

MORE
Penulis edisi 263

Arifah Nugraheni, kelahiran Klaten, Pulau Jawa, dan sekarang mengajar di SM3T di Pulau Morotai, Maluku Utara. Kontrak mengajarnya di Pulau Morotai selama satu tahun dan pada masa itu ingin memebantu menyampaikan suara-suara para murid di Pulau Morotai. Viktoriya Tokareva, lahir 20 November 1937 in Leningrad. Penulis naskah film dan cerita pendek. Karakter Tokareva cenderung orang […]

MORE
Dari Kehidupan Para Jutawan

Victoria TokarevaPenerjemah: Victor Pogadaev Pada keesokan harinya, Maurice membawaku ke bandara. Naik Jaguar biru. Koporku tak juga ditemui tetapi aku diyakinkan kopor itu akan  ditemui juga nanti. Aku sudah biasa dengan kehilangan. Aku memperoleh gaun baru dan dengan wajah baru bergaya seorang perempuan penggoda lelaki. Apakah itu sama nilainya dengan satu kopor? Aku melalui tempat […]

MORE