Christine Franciska, wartawan di Jakarta
Liston P Siregar, editor www.ceritanet.com
Goenawan Mohamad, (lahir 1941) sekarang dikenal terutama sebagai pemimpin redaksi majalah Tempo. Tapi ia mulai dngan menulis sajak dan esai. Sajak-sajaknya dianggap telah menentukan warna puisi Indonesia pada kurun waktu mutakhir. Sekarang telah terbit kumpulan sajaknya Pariksit (1972) dan kumpulan esainya Potret Seorang Penyair Muda sebagai si Malin Kundang (1972). Ia pun banyak menterjemahkan puisi ke dalam Bahasa Indonesia, terutama puisi Emily Dickson yang sangat disukainya. Ia adalah pula salah seorang penandtatangan Manifes Kebudayaan pada tahun 1963. Bersama-sama dengan Ali Audah dan Taufiq Ismail menterjemahkan buku iqbal: Membangun Kembali Pikiran Agama Dalam Islam (1966).
Dodong Djiwapradja, (lahir 1928) salah seorang penyair yang telah mengumumkan sajak-sajaknya sejak tahun 1940-an dan para kritisipun mengakui kekuatan sajak-sajaknya, terutama yang ditulisnya pada tahun 1960-an, namun sampai sekarang belum berhasil menerbitkan buku kumpulan sajaknya. Ia pernah bekerja sebagai redaktur majalah Angkasa, kadang-kadang menulis cerita pendek dan esei juga, pernah memberi kuliah estetika di Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jakarta dan bekerja di bagian riset SESKAU di Lembang.
________________________