Toto S. Bachtiar (1950) Djakarta Dalam Puisi Indonesia
Seorang pengendara kereta
Beroda tiga, manis
Mengayuh hingga pelabuhan penghabisan
Mendaki dan menurun
Jari-jari berjarak kaku
Menjauhkan mimpi dalam rongga malam
Kalung bintang dan bulan berombak awan ungu
O, semua jauh manis
Selingan cuma senyampang di telinga
Mobil dan trem lalu
Dan perempuan berlagu pilu
Bagi manusia berjiwa kuda
Di mana jiwa di atas roda dihela waktu!
Batuk hampa mengamuk dan berkuasa
Dalam dada luka terbuka
Kemauan terpendam di alam beku
Seorang pengendara kereta
Beroda tiga, manis
Mengayuh mendaki pelabuhan penghabisan
Bertebing curam, menunggu dan menganga
O, semua jauh manis
Tiada karangan bunga tersilang
Tiada kepedihan enggan hampir
Manusia menangis di tepi pelabuhan penghabisan
***