Vincent Mahieu adalah nama samaran Jan Boon yang lahir pada tahun 1911. Ia adalah penulis cerita yang disebutnya dongeng dalam kumpulannya berjudul Tjoek dan Tjies. Di samping Vincent Mahieu, ada nama samaran yang lain, yaitu Tjalie Robinson. Nama ini populer ketika dia menjadi redaktur Majalah Orientatie, yang pernah terbit di Jakarta tahun lima puluhan, di dalam majalah tersebut dia menulis aneka ragam karangan, begitu pula dalam harian Niewsgier yang terbit seiringan dengan majalah itu di Jakarta. Kumpulan ceritanya Tjies mula-mula diterbitkan oleh pemerbit Gambir di Bandung pada tahun 1954, kemudan oleh penerbit H.P. Leopold di Den Haag. Sedangkan Tjoek pertama kali diterbitkan oleh peneribit Tong-Tong di Den Haag. Kedua kumpulan cerita itu diterjemahkan oleh HB Jassin ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan dengan kerja sama Kedutaan Belanda oleh Penerbit Djambatan.

Ajip Rosidi (lahir 1938) pertama kali pindah ke Jakarta tahun 1951 ketika mau melanjutkan sekolah menengahnya, belajar menulis dan memilih kesusastraan sebagai pilihan hidupnya di sana, memimpin majalah Suluh Peladjar (1953-1955), Prosa (1955) dan Budaja Djaja (sejak 1968). Pernah memimpin Madjalah Sunda (1965-1967) di Bandung. Sejak 1971 memimpin Badan Penerbit Pustaka Jaya, Yayasan Jaya Raya. Menerbitkan sejumlah kumpulan sajak, kumpulan cerita pendek, kumpulan esei, telaah mengenai kesusastraan Indonesia dan Sunda. Sampai sekarang telah menerbitkan lebih dari 35 judul buku, baik dalam bahasa Indonesia maupun Sunda.

Bahrum Rangkuti (lahir 1916) terutama dikenal sebagai salah seorang ahli mengenai Moh. Iqbal, tertama karena ia telah menterjemahkan karya utama penyair bapak negara Paksitan itu langsung dari bahasa Urdu: Asrar-i-Khuid. Ia sendiri banyak menulis sajak, esai, cerita dan menterjemahkan. Antaranya ia menterjemahkan karya Jawaharlal Nehru tentang sejarah dunia. Menjadi imam Angkatan Laut Republik Indonesia dengan pangkat tituler Kolonel, menjadi anggota DPR-GR, sekarang menjadi Sekretaris Jenderal Kementrian Agama Republik Indonesia. Setelah lama tidak terdengar menulis karya-karya sastra, beberapa tahun terakhir ini banyak mengumumkan sajak-sajaknya yang baru, yang nafas Islamnya kian nampak.
________________________

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *