Toto S. Bachtiar (1954) Djakarta Dalam Puisi Indonesia
Kenangan mati bagi yang mati
Hormat bagi yang hidup setiakan derita
Ulurkan tanganmu
Sangkutkan sepatu pada kaki berdebu
Dan mimpilah merenung jendela terbuka
Nun adalah dunia dosa, duniaku sayang
Aku berpihak padamu
Kau ingin dengar
Suara angin menghembus kamar
Ujung ketentraman samar-samar
Dada bertemu dada
Kami bersandar kepadanya
Betapa terkenang, betapa tenang
Bintik hitam dalam dunia yang gelisah
Kenangan hidup hanya bagi yang hidup
Bingkis cahya
Dalam musim yang segera matang
Menghalau degup rongga berudara sedih
Jari-jari penanggalan
Telah lama
Terlalu lama mengandung topan
***