Presiden Hayat
Patah lidahku/ pada wajahmu/ patah sikuku/ pada tulusmu/ patah hatiku/ pada ragumu/ kalau ayam tak berkokok, akankah siang tak akan datang? Kuhanyutkan galau pada air sungai yang mengalir jauh ke muara menyambut azan dan meninggalkan batu dan pasir yang dicintainya
Sepi Bercerita
sepi bercerita bahwa engkau telah melupakan aku/ tak apa kataku, asal Tuhan tidak
Rindu
Pada jarak di mana rindu berdiam/ bekerja diam-diam/ menautkan cinta dan
waktu yang berguam/ tak putus zikir dalam gumamSoul Mate
waktu mengunyah rindu/ usia menggerogoti nyawa/ hai penggalan jiwa/ kalau tak berjumpa di dunia/ aku yakin kita kan bersua di akhirat sanaBahagia punya siapa?
Kutemukan segepok bahagia/ di jalan sepi yang kulalui/ ini milik siapa ya?/ alangkah beruntungnya aku tapi ini bukan milikku/ kususuri lagi jalan yang sepi ini/ untuk mengembalikan kepada pemiliknya
***