Ajip Rosidi (1954) Djakarta Dalam Puisi Indonesia
tiada nyanyi seduka jakarta
menempel pada bibir kering
menggigil oleh malaria
menyumpahi hari pengap-pesing
semua telah hilang asli
dibedaki lumpur ciliwung
semua telah hilang arti
diwarnai langit lembayung
Tinggal pergulatan dalam kerja
karena darah harus mengalir
dan kehendak beribu rupa
dalam hidup kota berjuta
***