Mohamad Ulil Albab
Di bawah selimut tebal
Aku menyelinapkan kaki dan tubuh mungil di setiap lipatan tubuh
Di setiap rebahan angin yang menggerakkan bulu kudukku
Di sela-sela kesibukan, duh bagaimana, atapku bocor,
Jemuran dan ketakutan-ketakutan karena air yang lain
Di mana kau hujan, yang selalu dihujam sebagai penyebab kegagalan
Berlarian menghindar, menambah kecepatan kendaraan
Banyuwangi, 16,08,2011