Dieqy Hasbi Widhana
revolusi berjalan mundur
kurakit asap debu untuk selimut alam pikiran
pada cambukan pertama mental berserakan
selanjutnya kau berlari memunggungi realita
kembali kepada sisa usang
bertubuh lima jalur indra,
berjiwa semangkuk akal budi
adonan dua alam pahit,
berbuah tumpukan pengetahuan
bebas berpikir,
ukuran segalanya
***