di dadaku ada benci
kuhembuskan lewat jeruji-jeruji hati
siang malam tanpa tepi
dari pijaran mata hingga birahi

di dadaku ada benci
yang menghitam dalam hitungan hari
meletup, bagai bunga api
membakar jiwa-jiwa yang sepi

di dadaku ada benci
yang seribu kali lebih mati
dari mentari yang kehilangan pagi
saat ini
Bandung, 5 Oktober 2003

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *