Perempuan menyoja musim, merayu angin beraroma kuning. O, jangan kau jatuh, air mata membakar, telaga beriak, getir…
( September 2005)
Perempuan menyoja musim, merayu angin beraroma kuning. O, jangan kau jatuh, air mata membakar, telaga beriak, getir…
( September 2005)