Ketika aku haus
Disaat aku dahaga
Hadir sesosok insan penentram jiwa
Indah hidup terasa
Cahaya mentari hatiku diwaktu fajar
Alam semesta seakan berkata
Wahai embun yang bening
Sirami jiwaku dengan tetesanmu
Sebagai pelebur sukma
Yang haus akan kesejukanmu
Jiwaku tergoncang dihantam badai asmara
Karang hatiku hancur terhenpas ombak kasihmu
Mulutku bisu tertampar belaian tanganmu
Mataku buta tertatap sinar cintamu
Telingaku tuli terbisik kata santunmu
Engkau hadir sebagai pohon hatiku
Kau datang laksana embun yg membasahi dedaunan jiwaku
Kau sejukkan sukmaku dengan tetesanmu
Aku………
Balikpapan, 21 Maret 2007