akan kemanakah terbangnya layu kembang
telah digenggam oleh petang
namun petang tak segera mengungkap terang
sukma kembang menebar pandang
dijemput ‘tak bagi tamu agung
lalu menangislah menatap kehancuran
karena hanya senyum girang terkenang
membau tanah gembur yang sengan
berbalik memeluk luh yang genang
tangis kembang menghuni malam sunyi
kehangatan terkapar di perapian
teriak lantang mengatai pagi
pagi merekah berarti ajal kematian
kenapa tak kau bunuh surya ?
menelan, bak Hanoman duta
hidup tak berpegang harap, bukan ?
tanpa harapan adalah kegelapan
tangis menghuni malam sunyi
enggan menyambut mentari
karena mentari berarti sepi
kematian bertubi-tubi silih beranti
210303