Feri Hendriadi
Cerah hati ini kala memandang kau datang
Erat pelukan kasihmu padaku
Seakan tak mau kau lepaskan
Dingin terasa tubuhmu oleh sejuknya udara pagi itu
Wajahmu memancarkan sinar kelelahan
Setelah mengarungi lautan asmara kita
Namun kita tak mau menampakannya
Karena takut akan satu hal
ya kita takut berpisah
aku tahu itu
dan ku yakin kau pun tahu
Perlahan kita mulai melangkahkan kaki di bibir Ngarai Sianok
Itu kali pertama aku memandangmu dengan penuh harapan
Kicau sang pelantun nyanyian rindu pagi
Seakan ingin mengatakan kepada kita
Bahwa mereka tahu kita sedang bahagia
Ingin ku pegang erat tanganmu
Namun hati ini berkata lain
Ingin ku peluk tubuhmu yang tinggi semampai
Sehingga hilang dinginnya udara pagi itu
Yang terasa menusuk ke relung hati hingga ke tulang
Tak terasa jauh sudah kaki melangkah
Hingga kita saling memperhatikan
Seakan ingin mengucapkan bahwa kita sudah di penghujung perjalanan
Kini semua berlalu
Dan hati kita dingin sedingin udara fajar dibibir Ngarai Sianok
Balikpapan, May 1, 2007