Sepuluh Keping Hidup Iran

Liston Siregar Sedikitnya ada tiga hal yang –menurut saya– mungkin bisa ditawarkan oleh Sepuluh, film terbaru Abbas Kiarostami. Yang pertama adalah penegasan kembali bahwa film Iran sudah masuk dalam jaringan film internasional non-Holywood. Sepuluh –walau film ini sebenarnya tidak berjudul– diputar di ICA London selama satu bulan lebih –mulai akhir Oktober hingga akhir November– dan […]

Tentang Penulis Edisi 48

Arie MP Tamba, penulis yang tinggal di Bekasi. Liston P. Siregar, wartawan yang belajar menulis non-berita. Syam Asinar Radjam, anak Palembang ini menulis novel Smaradina Muda Mangin di Bogor.

Sepuluh Keping Hidup Iran

Liston P. SiregarSedikitnya ada tiga hal yang –menurut saya– mungkin bisa ditawarkan oleh Sepuluh, film terbaru Abbas Kiarostami. Yang pertama adalah penegasan kembali bahwa film Iran sudah masuk dalam jaringan film internasional non-Holywood. Sepuluh –walau film ini sebenarnya tidak berjudul– diputar di ICA London selama satu bulan lebih –mulai akhir Oktober hingga akhir November– dan […]

Tentang Penulis Edisi 44

Ramadhan Pohan, wartawan Jawa Pos di Washington DC. Cerpen dan puisinya dimuat di berbagai media, juga di The Path Not Taken (Maryland: 1996) dan Para Pembohong (Jakarta: 1996). Pernah bertugas di Sofia, Turki, serta meliput ke Bosnia, Kroasia, Serbia dan Masedonia. Liston Siregar , anak Medan, jadi wartawan dan sesekali nonton film.J.J. Kusni, orang Dayak […]

Dali Figueres ke London – Liston P Siregar

Sebagai seorang wartawan yang biasa-biasa, aku merasa perlu bertanya sendiri ; kenapa Dali? Dan sebagai wartawan yang biasa-biasa pula, aku sudah terbiasa menyiapkan pertanyaan sambil mereka-reka jawabannya –supaya siap dengan pelor pertanyaan berikut. Jadi, kenapa Dali? Pertama, karya Dali terasa cukup akrab lewat cover album Yes, kelompok musik classic rock Inggris. Aku tak mau gegabah […]

Biar Baik Asal Indah – Liston P Siregar

cara lain menonton film Eliana-Eliana karya Riri Riza dan Bendera karya Nan Achnas belum saya tonton, dan mudah-mudahan kelak ada kesempatan untuk menyaksikannya ; untuk menapak tilas ketajaman mata, telinga, hati, dan akal Ging Ginanjar. Saya seolah-olah ikut menelusuri pemandangan yang jarang tersebut dan merasakan ketidak-gagalan keduanya –Riri Riza dan Nan Achnas– dalam menciptakan karya […]

Le Pen dan Indonesia? – Liston P Siregar

Le Pen seperti obat kuat bagi politik Perancis. Pemilihan presiden yang tadinya lesu langsung jadi unjuk rasa jalanan, ekspresi politik yang paling transparan. Bagi orang Perancis –yang tradisi kiri-nya paling keras di kawasan Eropa Barat– perolehan 16,86 persen suara partai ultra nasionalis -walau tak sampai satu persen diatas partai Sosialis- seperti membunuh karakter bangsa Perancis […]

Balada Sebuah Puskesmas – Liston P Siregar

Tiga kali berkunjung, baru aku tahu sumber kekacauannya. Memang benar, seharusnya dokternya ditambah, yang lebih gesit, yang lebih perduli, yang lebih ramah. Tapi itu gagasan besar yang butuh usaha besar. Percayalah, menambah dokter butuh perjalanan panjang, dan semangat panjang pula. Jika tak percaya, baiklah, kita coba telusuri. Yang paling awal adalah usulan dokter kepala puskesmas […]

Tentang Penulis Edisi 33

Liston P. Siregar,pernah jadi wartawan Tempo dan sekarang di BBC Siaran Indonesia. Alkarna, penulis, pemain teater. Bramantyo Prijosusilo, pegiat seni instalasi asal Jogja, kini bolak balik Jogja-London.

Di Zimbabwe, Namanya Masih Mugabe – Liston P Siregar

Lahir, besar, dan mendapat pendidikan guru Kutama Mission di Zvimba, Barat Laut Zimbabwe, Robert Gabriel Mugabe pada usia 17 tahun sudah mengajar di sekolah misionaris pada tahun 1941 sampai 1943. Sebagai guru, Mugabe mengajar berkeliling di Rhodesia Selatan –sekarang Zimbabwe– dan sebelum dapat bea siswa ke Fort Hare College di Afrika Selatan. Disitulah Mugabe mulai […]