Tarian Jenazah
Arie MP TambaPerjalanan ini pastilah menuju negeri mati. Dingin di sekitar. Bangku-bangku banyak yang kosong. Penerbangan terakhir ini berangkat terlalu malam. Dari lapangan terbang tadi yang tergambar adalah pemandangan menjelang tidur. Kabarnya, karena sejak sore cuaca sangat buruk, beberapa penumpang telah menunda penerbangan mereka untuk esok pagi. Tinggal aku dan beberapa orang tua, yang agaknya […]
Tentang Penulis Edisi 29
Arie MP TambaLahir di Tamba (Tobasa), 9 april 1961. pernah kuliah di unpad dan STIE Bandung, dan bekerja di berbagai perusahaan. Aktif menulis puisi, cerpen, esai, novel (cerbung), skenario, iklan, dan lain-lain. Saat ini tinggal di Bekasi Timur bersama keluarga, dan tercatat sebagai pekerja di sebuah megaportal.M. Najib Azca, mantan jurnalis mingguan DeTIK dan penggiat […]
Patung Penari – Arie MP Tamba
Lalu kau bertanya tentang lentik jemari melecut angin Kisah senja berdarah tersingkap gelombang rambut di balik kain hitam Hingga tubuh menggigil terkenang kemarin rindukan kau Bersama mimpi tengadah menyusu buah dada bintang purba Di antara kedua telapak gelas terjatuh menjelma kemuraman patung dibasah hujan Seseorang melangkah lentur di celah luka dan debar fana Maka menarilah menghentak perlambang pada setiap langkah cahaya berkibaran Maka menarilah membangunkan esok berupa degup samudera pagi merah Hingga ruang dan waktu menjelma segurat impian Dan patung penari membiarkan tubuh beringsut dari batu berlumut Tangisan menepi hampa kisah […]