Saat Ayam Berkokok

Saat ayam berkokokOrang orang berjejal bergerakMemecah hariDan berlari mewujudkan mimpiBerlomba melawan matahariMenjaga dan mewujudkan martabat diriKomunitas Merapi, 2008

Gugurnya Imaji

Keliaran imaji terpakuSelaksa sebentuk gundukan batuMembujur kakuDiam di menara gaguMemandang dunia dengan sayuSeperti hidup tak beribuTunduk mematung bisuKomunitas Merapi, 2008***

Pertobatan

Seandainya sajaKita pernah membayangkanBetapa lendir dan riuhDendam yang bersemayam di bibirSeonggok dosa yang terus bercokolBergelayutanBerjubah oranye selagi berkening abuTerus berputar putarDan kita akan meleburnya segeraBersama puri batin sunyiPada hari hari pertobatan iniMagelang, 2008

Ritual Suci

Gendhotwukirrumahbacakommerapi.multiply.com air suci dan api abadimengidungkan keheningan hatibatin terkunci dalam reinkarnasiberarak dan tegak berdirisaat orang orang bersamadipada pelataran bumi waktu yang terasa berhentiseiring detik detik sunyi di sesajipukul sembilan yang sunyibatin terpatripada api yang terus memberangus hatikita bangkit berdiri seiring harum sedap malam mewangiWaisak Magelang, 2008

Penulis Edisi 175

Gendhotwukir, lahir di Magelang, 7 Januari 1978, bergiat di Komunitas Merapi. Sajak dan tulisannya tersiar di sejumlah media Indonesia dan di luar negeri; Hongkong, Belanda, dan Jerman. Pernah mengenyam pendidikan di Philosophisch-Theologische Hochschule Sankt Augustin, Jerman. Pendiri Rumah Baca Komuntas Merapi untuk masyarakat petani di Lereng Gunung Merapi.   Presiden Hayat, penikmat seni dan sayur […]

Monolog Sudut Hening

Gendhotwukir: Buat Theresia Novita Hapsari Aku tidak tahu bagaimana aku harus menyebutmu? Teman, kenalan, famili, sahabat, kekasih, kakak atau seorang yang sungguh-sungguh asing. Aku memang mengenalmu dan mengetahui dirimu sejak pertemuan itu. Pertemuan yang terus mengalami pemaknaan. Pertemuan yang tidak harus menyejajarkan muka. Pertemuan itu mengabadikan kenangan yang tak seorang pun akan bisa mudah melupakannya. […]

Penulis Edisi 169

Gendhotwukir, penyair dan jurnalis dari Komunitas Merapi. Pernah belajar di Philosphisch-Theologische Hochschule Sank Augustin Jerman. Bambang Saswanda, mahasiswa Fakultas Sastra USU, Medan. Rama Yunalis Oktavia, karyawan sastra, tinggal di Bekasi. Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis. Karya-karyanya dimuat di sejumlah surat kabar.___________________

Mencari jejak Gunung

Gendhotwukir  Festival Lima Gunung (FLG) VII sudah digelar di Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Magelang, bulan lalu dengan mengusung tema “Mencari Jejak Gunung“. FLG yang digelar setiap tahun menghadirkan berbagai seniman dusun Kabupaten Magelang, tokoh nasional, maupun komunitas dari luar kota, merupakan ajang untuk saling bertemu, serta belajar memahami kondisi masyarakat kita yang […]

Penulis Edisi 164

Wahyu Heriyadi, lahir di Ciamis, sekolah di Universitas Lampung, menulis puisi dan prosa di berbagai media massa, pernah mendapat beasiswa dari Dewan Kesenian Jakarta, dan kini tinggal di Ciamis Gendhotwukir, jurnalis dan penyair dari Komunitas Merapi. Pernah sekolah di Philosophisch-Theologische Hochschule Sankt Augustin, Jerman. Imron Supriyadi, pelaku Sastra yang tinggal di Tanjung Enim, Sumatera Selatan […]

Penulis Edisi 154

Gendhotwukir, penyair dan jurnalis dari lereng Gunung Merapi, Jawa Tengah, kini menjadi mahasiswa Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Hobby makan ikan asin. Andrei Evplanov, lahir di Moskow tahun 1947 dan bekerja di koran Pravda dan Izvestia. Tahun 1989, bukunya diterbitkan dengan judul ‘Orang-orang luar. Victor A. Pogadaev, dosen Institut Negeri-negeri Asia Afirka, Universitas Negara Moskow. Tahun […]