Luka
jalanan masih datar dan kakuketika kutemui peluhmu luruh malam ituentah duka atau suka yang kau suguhkanaku tak banyak tahukau beriba sendiri pada lukaluka yang kau rasa sejak aku adakau peluk aku penuh rindupulang berjuang demi aku, katamubunda, apakah waktu menjanjikan sesuatu?masih lekat kutatap gerat-gerat sayu wajahmubunda, apakah aku masih lukamu?07032005
Sajak Sepi
ku kurung jiwa dalam sepijauh di sudut hatiku jejal mulut dengan gumamsebuah namaentah dengan kauku kurung jiwa dalam dukalena ku di surga senjaentah dengan kau ku hantar jiwa menepi di bibir pantaimutapientah dengan kau22032005
Remuk
Ken Fitria Indrawardani ini yang kumilikisisa-sisa rindu yang tertinggaldan masih sempat kuselipkandi bidang dadamu malam itu24032005
Tentang Penulis Edisi 98
Ronny Nova,pegiat seni yang tinggal di Palembang. Ken Fitria Indrawardani, lahir di Semarang 25 tahun yang lalu dan bekerja sebagai kandidat peneliti pada Pusat Penelitian Kependudukan LIPI. Menulis puisi adalah satu hal yang mengasyikan baginya.