Di Dadaku Ada Benci

di dadaku ada bencikuhembuskan lewat jeruji-jeruji hatisiang malam tanpa tepidari pijaran mata hingga birahi di dadaku ada benciyang menghitam dalam hitungan harimeletup, bagai bunga apimembakar jiwa-jiwa yang sepi di dadaku ada benciyang seribu kali lebih matidari mentari yang kehilangan pagisaat iniBandung, 5 Oktober 2003

Setelah Kau Pergi

Novy Noorhayati Syahfida aku jadi tertawa…mungkin sedikit terluka, ataukah justru legaaku ingin bilang keparat…tapi lidah ini terlanjur sekarataku berharap tertidur lelap…walau harus berkelambu senyapaku seakan kehilangan tujuan…yang dulu selalu kau agungkannamun aku adalah jiwa yang bebas…bagai unggas yang terlepasBandung, 28 September 2003

Tentang Penulis Edisi 73

Susan Ismianti, kahir di Solo, sekolah di Universitas Diponegoro, Semarang, dan kini bekerja di Solo. Novy Noorhayati Syahfida, tamatan Universitas Pasundan Bandung dan puisi-puisinya dimuat di buku kumpulan puisi, buletin maupun internet. Slamat Parsaoran Sinambela, bekerja sebagi akuntan di sebuah perusahaan manufaktur di Tangerang dan kerap menulis media cyber dan penikmat fiksi.