Setan, Dimanakah Malaikat?

Rama Yunalis Oktavia Setan mencengkram kuatMenjalarkan onak dalam neuron otakTak kuasa tertolak halal atau haramDimana malaikat berada? Setan menjalar dalam darahBerdenyut dalam venaBerpacu tanpa sekatDimana malaikat berada? Setan membekap mulutTerbisu dalam kebekuan kataTergores bisa lidahDimana malaikat berada?  Syetan berbisik lembutMelenakan kidung hidupSalah benar tak berwajahDimana malaikat berada? Aku berlindung padamu dari godaan setan terkutukBks, 16 […]

Hybridization

Segempal nasi menjadi alurBerbatu dalam hujan asaMerobek cita dalam riuhnya sarang semutJalan panjang terpapar membisuSiluet tak kan penah terangKilat kamera tergugah hasrat Tulang belulang menjerit pilu dalam tapak perjalananSepatu roda menentukan arahBeradu dalih dalam private roomGondola terayun membawa cintaMendaki seutas tali dalam getar Aroma cafein berlindung dibawah tenda gelapLolipop tak berwarna pemanis kisah Hybridization…Lahir dalam […]

Melentik

Tergelitik jari jemariMenunjuk jari telunjukKerling jari kelingkingTengadah jari tengahMeringis jari manisMenabuh ibu jariMelentik jarikuMenari beriramaBekasi 160109

Gie

Rama Yunalis Oktavia Apakah abu roh Gie terhirup olehkuMengalir mengikuti aliran darah?Menggelitik untuk selalu kembaliMenghirup hawa pegununganMandalawangi yg kurindu…Bekasi 060606

Tanah Merah

pagi ini kupesan crysant ungudan mawar putih bersih, harum dan sucikuselipkan lily kuning keceriaandan pita warna emas bersinar aku sayang kau sore ini kupilih gaun hitamdan kacamata gelap pengusir silaukubawa air sejukdan sebungkah rindu kulihat bungakudi atas tanah merah pusara aku rindu kau***

Embun Bandung

Rama Yunalis Oktavia sejenakdari ritme kerja yang mendesak seluruh otot dan otakmenghirup setiap tarikan nafasdari kesejukanwalau dingin menggigit tulang belulangku dingin malamdan tanah basah sisa hujan terdudukdiitemani temaram lampu yang meneduhkan mata asap hangat dan sup pangsittawa dan obrolan masa lalupenghangat malammanis seakan gulatak ingin rasanya malam beranjak semakin malammata dan badan menahan dinginhidangan tak […]

Penulis Edisi 169

Gendhotwukir, penyair dan jurnalis dari Komunitas Merapi. Pernah belajar di Philosphisch-Theologische Hochschule Sank Augustin Jerman. Bambang Saswanda, mahasiswa Fakultas Sastra USU, Medan. Rama Yunalis Oktavia, karyawan sastra, tinggal di Bekasi. Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis. Karya-karyanya dimuat di sejumlah surat kabar.___________________