Smaradina Muda Mangin
Syam Asinar Radjam LimaLima belas ribu perak lagi sisa rekening di ATM. Bagaimana Mangin bisa pulang, pergi dari ibu kota negara yang panas ini. Panas suhu, panas konstelasi politik… Mengutang lagi? Mangin teringat Kantata Takwa ;.. menghutang lagi-lagi menghutang,… tahu tahu menipu. Walaupun lagu itu tak disindirkan baginya –lebih tepat untuk pengutang luar negeri yang […]
Tentang Penulis Edisi 55
Sitok Srengenge, penyair. Edwin, anak Yayasan Seni, Estetika dan Teknologi di Jakarta. Dewa Gumay Lembak, anak Palembang penulis cyber dan koran lokal. Syam Asinar Radjam, menulis novel Smaradina Muda Mangin di Bogor.
Smaradina Muda Mangin
Syam Asinar Radjam EmpatEmpat kuntum bunga Bunga merawan digenggaman. Empat hari sudah dia meninggalkan Palembang. Ketika empat kali Mangin membaca ulang terus menerus surat singkat yang diterima entah beberapa bulan lalu. Tak ada yang berubah. Tak istimewa istimewa. Hanya lambang kelelawar yang menjadi tokoh kartun Detroit Comics. Batman. Kertas bekas, tepatnya kertas kerja ujian Metode […]
Smaradina Muda Mangin
Syam Asinar RadjamAku tahu Mangin akan berangkat malam ini. Dengan Kereta malam, pukul sembilan. Dan biasa, tak ada yang istimewa mengenai sebuah keberangkatan antar kami, tak terbersit niatku mengantarnya. Demikian juga dia. Repot, jika aku harus mengatarnya, yang memang tak pernah menetap untuk tidak pergi kemana-mana. Baru saja aku hendak pergi makan malam, ketika Monda […]
Smaradina Muda Mangin
Syam Asinar Radjam Belay On!Aku tahu Mangin akan berangkat malam ini. Dengan Kereta malam, pukul sembilan. Dan biasa, tak ada yang istimewa mengenai sebuah keberangkatan antar kami, tak terbersit niatku mengantarnya. Demikian juga dia. Repot, jika aku harus mengatarnya, yang memang tak pernah menetap untuk tidak pergi kemana-mana. Baru saja aku hendak pergi makan malam, […]
Smaradina Muda Mangin
Syam Asinar Radjam…Tiga, dua, satu. Mangin mulai masuk hitungan mundur menuju kehidupan yang mulai membuat dia jijik dengan diri sendiri. Biasanya hari-hari dilalui dengan membaca fenomena pembangunan, menulis report, mendikusikan peminggiran hak rakyat, paling tidak membuat kertas daur ulang dll. Mangin mulai masuk jebakan romantisme. Ya serabit!selengkapnya
Tentang Penulis Edisi 53
Andi Prawira, penulis yang kini tinggal di Gothenberg, Swedia. Tumpal HS Siregar, peneliti perkebunan di Tanjung Morawa, Medan. Selma Hayek, pegiat OXFAM di Dili, pernah mendampingi TKI di Hong Kong, dan kini sedang belajar di Inggris. Bramantyo Prijosusilo, pegiat seni instalasi asal Jogja, hidup antara Jogja-London. Syam Asinar Radjam, anak Palembang ini menulis novel Smaradina […]
Smaradina Muda Mangin
Syam Asinar Radjam Tiga…Tiga, dua, satu.Mangin mulai masuk hitungan mundur menuju kehidupan yang mulai membuat dia jijik dengan diri sendiri. Biasanya hari-hari dilalui dengan membaca fenomena pembangunan, menulis report, mendikusikan peminggiran hak rakyat, paling tidak membuat kertas daur ulang dll. Mangin mulai masuk jebakan romantisme. Ya serabit! Sangat tak masuk akal kalau Dinda mampu membuat […]
Smaradina Muda Mangin
Syam Asinar Radjam Mangin sobek blocknote bekas sebuah kongres, mulai menggerakkan pensil di sisa nyala api di tumpukan potongan dahan. Setelahnya, menjelang pagi setelah melantunkan beberapa rhapsody tentang pagi bersama permainan gitar Hotma dia serahkan kepada Dinda. Dinda melipatnya dan menyimpan di saku kemeja. Karena sempat mendengar bisikan Mangin, HANCURKAN SETELAH DIBACA.selengkapnya
Tentang Penulis Edisi 52
Arie MP Tamba, penulis tinggal di Bekasi. Bramantyo Prijosusilo, pegiat ‘happening art’ yang tinggal di London dan Yogya. Syam Asinar Radjam, anak Palembang ini menulis novel Smaradina Muda Mangin di Bogor.