Sajak Kesepian

Gendhotwukir Tak ada azan magrib sepulang main bolaSambil menenteng degan atau tebu denganLusuh baju di sekujurnya. Atau juga azan subuhKetika hendak bergegas mandi setelah mimpi basah,siap berangkat sekolah. Tak ada kokok ayam di fajar yang menyadarkan,bahwa semua hanya mimpi, juga saatkemolekan Poniyem terbawa dalam mimpi,ketakutan hendak terterkan macan, juga lantaraniring-iringan ke kuburan. Tak ada bunyi […]

Tentang Penulis Edisi 128

T. Wijaya, penulis Palembang dan beberapa karyanya sudah dibukukan, antara lain novel Juaro dan kumpulan puisi Krisis di Kamar Mandi. Gedhotwukir, lahir di Muntilan, bersekolah di Jerman, dan kini menulis dari Yogyakarta. Bersama komunitasnya akan menerbitkan Opera Zaman. Nabiha Shahab, pegiat lingkungan dan wartawan lepas, dan penggemar coklat.

Tentang Penulis Edisi 117

Gendhotwukir, lahir di Muntilan,Jawa Tengah, Mahasiswa Filsafat St. Augustin Jerman, penulis lepas, tinggal di Jerman. Farah Rachmat, bekerja sebagai penterjemah dan kini sedang di Nabire, Papua.

Dagelan Altar

Dalam sajak aku meremangTolol rasanya mengoceh tetek bengek tentang hidup kita,Sementara sejarah peradapan pesat meninggalkan surgaEvolusi menguak misteri kehidupanUmur insan berkejaran di tengah noda kehidupanSang Pencipta tergolek lunglaiBudi menindas ritus-ritus riang berdawai Lantas, Aku lupa siapa Kau sebenarnya ?Diburu Kau bagai anginDidekap kau angan belakaDi Altar kau bagai rajaDi dunia kau adalah dagelan, mementaskan lawak […]

Detik Purnama

Gendhotwukir Benarkah Kau mengerti kembalinya bulan jingga ?Di bawah pengertian malam yang suram tiada cakap riaAku berdiri di atas awan yang goyahDi tengah galaksi yang menawan aku gundahTentu saja, aku menjadi ngeri dengan hampaSeorang diri menantang dewa kematian di tengah telaga Lalu aku terbang ke arah timurMenjemput purnama yang tertatih menerjang megaPurnama, mengapa kau pucat […]

Tonil Manusia-Manusia Sampah

Gendhotwukir Yang terbuang dari kawananabergerak menjilati sisa atasanatasan adalah kesombongan yang tak ada dilawan yang tertindas oleh keangkuhanterjejal teror sosial, ekonomi bahkan keamananyang terpinggirkan rentan makan lalu apa katamu? “Kehinaan adalah jalanku. Memangku panji Ratu..Hangar-bingar tiada sajak syahdu yang lantas mendagu menahu.Siapakah dirimu? DEBU.Karena hanya debu yang terbang terburu karena malu.Berhadapan dengan hina, laju memburu […]

Dagelan Altar

Dalam sajak aku meremangTolol rasanya mengoceh tetek bengek tentang hidup kita,Sementara sejarah peradapan pesat meninggalkan surgaEvolusi menguak misteri kehidupanUmur insan berkejaran di tengah noda kehidupanSang Pencipta tergolek lunglaiBudi menindas ritus-ritus riang berdawai Lantas, Aku lupa siapa Kau sebenarnya ?Diburu Kau bagai anginDidekap kau angan belakaDi Altar kau bagai rajaDi dunia kau adalah dagelan, mementaskan lawak […]

Detik Purnama

Gendhotwukir Benarkah Kau mengerti kembalinya bulan jingga ?Di bawah pengertian malam yang suram tiada cakap riaAku berdiri di atas awan yang goyahDi tengah galaksi yang menawan aku gundahTentu saja, aku menjadi ngeri dengan hampaSeorang diri menantang dewa kematian di tengah telaga Lalu aku terbang ke arah timurMenjemput purnama yang tertatih menerjang megaPurnama, mengapa kau pucat […]