Jangan REPLY ALL!!!

Dua tahun lebih kerja, baru sekali ini aku, akhirnya, menikmati perbincangan panjang di grup email kantor, yang sama sekali tak ada urusan dengan kerjaanku sehari-hari. Sempat juga bingung, kok bisa aku masuk ke grup itu. Banyak grup email di kantor sekarang: kontraktor perminyakan dengan sekitar 700-an karyawan dan kantor cabang kecil di beberapa kota, selain […]

Penulis Edisi 277

Liston P Siregar, editor www.ceritanet.com Chairil Anwar, (1922-1949), pelopor Angkatan 45 yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia. Sajak-sajaknya baru diterbitkan setelah dia meninggal, yaitu Tiga Menguak Takdir (bersama Rivai Apin dan Asrul Sani), Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Luput (1950). Ia lahir di Medan tapi setelah kelas dua […]

Robert Mugabe dan Setya Novanto, beda-beda mirip Pengakuan: judul memang sensasional tapi ini tentang Mugabe dan Novanto

Mungkin Presiden Robert Mugabe di Zimbabwe merasa tersinggung disebut sebaris bersama Setya Novanto, berhubung dia sebenarnya satu liga sama mendiang Presiden Suharto, mentor atau bos besarnya Setya Novanto. Bahkan Mugabe boleh merasa lebih unggul dari Suharto, yang ‘hanya berkuasa’ 32 tahun sebelum dijatuhkan tahun 1998 dan meninggal pada usia 86 tahun. Sedang Mugabe yang sudah […]

Mereka-reka Pemerintahan Jokowi Mendatang, Kesabaran Masyarakat Sipil Masih Perlu

Tidak berlebihan memperkirakan Joko Widodo bakal menang lagi di Pemilihan Presiden 2019. Semua jajak pendapat –CSIS, SMRC, Indikator, Median, Indo Barometer- atau KedaiKOPI-  menemukan dia yang unggul, terlepas dari elektabilitasnya yang cuma sekitar 50%. Sekedar mengukur-ukur sendiripun, bakal makin sulit buat Prabowo untuk mengalahkan Jokowi mengingat koalisi Merah Putih sudah mengecil. Jadi Joko Widodo ‘pasti’ […]

Penulis Edisi 276

Liston P Siregar, editor www.ceritanet.com Chairil Anwar, (1922-1949), pelopor Angkatan 45 yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia. Sajak-sajaknya baru diterbitkan setelah dia meninggal, yaitu Tiga Menguak Takdir (bersama Rivai Apin dan Asrul Sani), Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Luput (1950). Ia lahir di Medan tapi setelah kelas dua […]

Indonesia dari mata orang Indonesia di seberang

Seorang teman yang baru pulang liburan dari Indonesia selama hampir dua bulan, ketika bertemu kembali di London, berkomentar, “Ternyata nggak menakutkan kok suasananya.” Teman itu -seorang profesional asal Malang di perusahaan global yang berkantor di pinggiran London- sudah tidak pulang tiga tahunan dan, seperti sebagian besar kaum perantau di Abad-21, mengikuti rutin perkembangan di Indonesia […]

Penulis Edisi 274

Liston P Siregar, editor www.ceritanet.com Chairil Anwar, (1922-1949), pelopor Angkatan 45 yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia. Sajak-sajaknya baru diterbitkan setelah dia meninggal, yaitu Tiga Menguak Takdir (bersama Rivai Apin dan Asrul Sani), Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Luput (1950). Ia lahir di Medan tapi setelah kelas dua […]

Ini (Jalanan) Medan Bung

Kalau Anda mengeluh tentang kekacauan lalu lintas di Jakarta, atau kota-kota lain di Indonesia, cobalah datang ke Medan. Hampir pasti standard kekacauan Anda akan berubah –yang tadinya amat kacau akan menjadi agak sedikit kacau, atau agak kacau menjadi mendingan. Sama seperti dengan kota-kota besar lain di Indonesia, kemacetan lalu lintas di Medan rasanya semakin parah. […]

Lanjutan kelicinan puluhan tahun Setya Novanto

Hanya sehari setelah Setya Novanto ditetapkan jadi tersangka kasus korupsi oleh KPK, Partai Golkar langsung menyatakan akan mendukung Presiden Joko Widodo untuk pemilihan presiden 2019. Dia juga tidak mundur, dari Ketua Umum Golkar dan Ketua DPR. Ini baru Setya Novanto.*** Nama Setya Novanto pertama kali saya dengar lebih 20-an tahun lalu. Waktu itu, masih masa […]

Penulis edisi 273

Liston P Siregar, editor www.ceritanet.com Chairil Anwar, (1922-1949), pelopor Angkatan 45 yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia. Sajak-sajaknya baru diterbitkan setelah dia meninggal, yaitu Tiga Menguak Takdir (bersama Rivai Apin dan Asrul Sani), Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Luput (1950). Ia lahir di Medan tapi setelah kelas dua […]