Smaradina Muda Mangin

Syam Asinar Radjam Sesobek BuramMangin sobek blocknote bekas sebuah kongres, mulai menggerakkan pensil di sisa nyala api di tumpukan potongan dahan. Setelahnya, menjelang pagi setelah melantunkan beberapa rhapsody tentang pagi bersama permainan gitar Hotma dia serahkan kepada Dinda. Dinda melipatnya dan menyimpan di saku kemeja. Karena sempat mendengar bisikan Mangin, HANCURKAN SETELAH DIBACA. Terus terang […]

Smaradina Muda Mangin

Syam Asinar RadjamTengah malam acara keakraban antara mahasiswa baru dengan himpunan mahasiswa jurusan, Mangin hendak menyerahkan balasan surat singkat itu ke Dinda. Di persimpangan kebimbangan. Hujan sibuk-sibuknya sebagai panitia. Toh, mahfum Mangin kalau tak ada waktu baginya. Selama ini pun Mangin tak punya waktu banyak untuk Hujan. Karena diserahkan waktunya kepada kerja di kampung-kampung dan […]

Tentang Penulis Edisi 51

T.S. Pinang, tinggal di Yogyakarta, beberapa puisinya pernah dibacakan di Radio Suara Jerman Deutsche Welle dan RRI Nusantara II Yogyakarta, dan masuk dalam antologi Graffiti Gratitude: Sebuah Antologi Puisi Cyber. Imron Supriyadi, lahir di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah tapi sekolah dan tamat di Fakultas Ushuluddin IAIN Raden Fatah Palembang. Pernah gabung di Teater Aladin, Teater […]

Smaradina Muda Mangin

Syam Asinar Radjam Surat 2Tengah malam acara keakraban antara mahasiswa baru dengan himpunan mahasiswa jurusan, Mangin hendak menyerahkan balasan surat singkat itu ke Dinda. Di persimpangan kebimbangan. Hujan sibuk-sibuknya sebagai panitia. Toh, mahfum Mangin kalau tak ada waktu baginya. Selama ini pun Mangin tak punya waktu banyak untuk Hujan. Karena diserahkan waktunya kepada kerja di […]

Tentang Penulis Edisi 50

Dewa Gumay Lembak, anak Palembang penulis cyber dan koran lokal. Maya Maniez, wartawan Radio Mercury FM di Surabaya Bramantyo Prijosusilo, pegiat ‘happening art’ yang tinggal di London dan Yogya. Syam Asinar Radjam, anak Palembang ini menulis novel Smaradina Muda Mangin di Bogor.

Smaradina Muda Mangin

Syam Asinar RadjamDua kali, ini yang kedua, menurut pengakuan Mangin. Dia terkondisi mengingat perempuan selain Emak, Kelawai, dan keponakannya yang sedang lucu-lucunya. Memaksa sekali perasaan yang teramat sering muncul tanpa diundang. Dan setiap melihat sorot matanya Mangin merasa jantung berdegup.selengkapnya

Smaradina Muda Mangin

Syam Asinar Radjam S M SMangin sesuatu saat pikirannya terhenyak. Ketika sesosok datang dari kejauhan dengan rambut tergerai dan bunyi termos air yang terguncang karena tinggal separuh. Membawa senyum yang sangat sopan. Dinda. “Eh, apa khabar, besok ujian tengah.” Dan dia berlalu. Seperti obrolan di SMS yang tak pernah lebih dari 160 karakter, itulah percakapan […]

Tentang Penulis Edisi 49

Sanie B. Kuncoro, dulu sering menulis di mjalah remaja dan perempan, pernah bekerja di Bali dan sekarang kembali ke Solo. Pulung Ciptoaji, wartawan dan kerap menulis cerpen. Selma Hayek, pegiat OXFAM di Dili yang sedang belajar di Inggris. Syam Asinar Radjam, anak Palembang ini menulis novel Smaradina Muda Mangin di Bogor.

Smaradina Muda Mangin

Syam Asinar Radjam DUADua kali, ini yang kedua, menurut pengakuan Mangin. Dia terkondisi mengingat perempuan selain Emak, Kelawai, dan keponakannya yang sedang lucu-lucunya. Memaksa sekali perasaan yang teramat sering muncul tanpa diundang. Dan setiap melihat sorot matanya Mangin merasa jantung berdegup. Runtuhnya WTC di New York, atau patah satu sisi Pentagon pun mungkin tak mampu […]

Smaradina Muda Mangin

Syam Asinar RadjamDua kali, ini yang kedua, menurut pengakuan Mangin. Dia terkondisi mengingat perempuan selain Emak, Kelawai, dan keponakannya yang sedang lucu-lucunya. Memaksa sekali perasaan yang teramat sering muncul tanpa diundang. Dan setiap melihat sorot matanya Mangin merasa jantung berdegup. Runtuhnya WTC di New York, atau patah satu sisi Pentagon pun mungkin tak mampu membuatnya […]