Maling dan Ustadz

Imron Supriyadi Pagi menjelang. Hari itu adalah penentuan nasibku; dikeluarkan atau hanya diskors. Sampai istirahat tiba, aku belum juga dipanggil, malah Rahmad yang dipanggil Kepala Sekolah. Di ruang kepala sekolah sudah ada guru pembimbing Sispala. Tapi tak ada urusan dengan nasibku; uda undangan dari Kodim Metro agar anak Sispala dan Pramuka ikut perkemahan Manunggal ABRI […]

Penulis 170

Presiden Hayat, penikmat seni dan sayur asam. Multama Nazri HSB, Lahir di Sibuhuan, Sumatera Utara, menikah dan bekerja sebagai wiraswasta di Medan Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis Tahun 1995 hingga sekarang. Karya-karyanya dimuat di sejumlah surat kabar. ___________________

Maling dan Ustadz

Imron Supriyadi Dengan menyerahkan berkas dukungan, teman-teman Genesiss berharap aku tak bernasib sama dengan rekan-rekan lainnya. Hanya karena terlambat membuat pernyataan sikap bersama untuk menolak dikeluarkannya anak-anak Al-Mizan, Genesiss harus kehilangan tiga orang. Walau diberi surat pindah, tetapi dikeluarkan dari sekolah tetap menjadi hal menyakitkan. Pak Muhtar, sesaat membaca beberapa lembaran pernyataan sikap yang dibawa […]

Maling dan Ustadz

Imron Supriyadi 4. Dukungan Genesiss Kasus Sintong berbuntut panjang, seperti yang kuduga. Malam itu Sintong masuk rumah sakit, keluarganya menuntut Mbah Hudi dan tensi darah Mbah Hudi mendadak naik. Untung tidak stroke. Mbah Hudi seperti terhempas dari tungku peradaban. Ia benar-benar terpukul. Mbah Maryuni, istri Mbah Hudi menangis. Ia menyesalkan peristiwa itu. “Oalah Lif, gara-gara […]

Penulis Edisi 169

Gendhotwukir, penyair dan jurnalis dari Komunitas Merapi. Pernah belajar di Philosphisch-Theologische Hochschule Sank Augustin Jerman. Bambang Saswanda, mahasiswa Fakultas Sastra USU, Medan. Rama Yunalis Oktavia, karyawan sastra, tinggal di Bekasi. Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis. Karya-karyanya dimuat di sejumlah surat kabar.___________________

Maling dan Ustadz

Imron Supriyadi Di Desa Ganjar Agung yang dihuni oleh berbagai paham dan golongan agama, aku harus bisa masuk dari berbagai pintu guna bergaul dengan mereka. Sejak awal, aku tidak pernah mempersoalkan hal-hal yang akan menjadi perdebatan panjang, tapi lebih memilih pada pendekatan sosial. Aku suka mengingat yang dikatakan Amien Rais tentang Tauhid Sosial. Menurut Amin, […]

Penulis Edisi 168

___ Nisa Ayu Amalia, mahasiswa Program Magoster Psikologi di Unibersitas Surabaya dan merintis Komunitas ESok (Emperan Sastra -cOk, Cepetan Ojo Keri). Juliana Wen, Mahasiswi dan pekerja paruh waktu di Medan; gemar nulis cerita dan nonton film. Beberapa karyanya masih dalam bentuk tulisan tangan. Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan […]

Penulis Edisi 167

Multama Nazri HSB, Lahir di Sibuhuan, Sumatera Utara, menikah dan bekerja sebagai wiraswasta di Medan Presiden Hayat, penikmat seni dan sayur asam. Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis Tahun 1995 hingga sekarang. Karya-karyanya dimuat di sejumlah surat kabar.

Maling dan Ustadz

Imron Supriyadi Bersama pemabukSebagai anak muda yang biasa-biasa saja, aku sebenarnya ingin bergaul dengan siapa saja, walau Mbah Hudi selalu mewanti-wanti  agar aku berhati-hati dalam pergaulan. Desa Ganjar Agung, seperti kata Mbah Hudi, sama saja dengan desa-desa lain; ada setan dan ada malaikat. Dan banyak anak-anak yang menginjak remaja sepertiku mulai mengenal alkohol atau mencuri, […]

Penulis Edisi 166

Liston P. Siregar, editor ceritanet.com Bambang Saswanda, mahasiswa Fakultas Sastra USU, Medan Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis Tahun 1995 hingga sekarang. Karya-karyanya dimuat di sejumlah surat kabar.