Catetan Th. 1946
Ada tanganku, sekali akan jemu terkulaiMainan cahya di air hilang bentuk dalam kabutDan suara yang kucinta ‘kan berhenti membelaiKupahat batu nisan sendiri dan kupagut Kita -anjing diburu- hanya melihat sebagian dari sandiwara sekarangTidakk tahu Romeo & Juliet berpeluk di kubur atau di ranjangLahir seorang besar dan tenggelam beratus ribuKeduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat Dan […]
Penulis Edisi 269
Liston P Siregar, editor www.ceritanet.com Chairil Anwar, (1922-1949), pelopor Angkatan 45 yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia. Sajak-sajaknya baru diterbitkan setelah dia meninggal, yaitu Tiga Menguak Takdir (bersama Rivai Apin dan Asrul Sani), Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Luput (1950). Ia lahir di Medan tapi setelah kelas dua […]
Kepada Pelukis Affandi
Adalah karena kesementaraan segalayang mencap tiap benda, lagi pula terasamati kan datang merusak Dan tangan ‘kan kaku, menulis berhenti,kecemasan derita, kecemasan mimpi;berilah aku tempat di menara tinggidi mana kau sendiri meninggi atas keramaian dunia dan cedera,lagak lahir dan kelancungan cipta,kau memaling dan memujadan gelap- tertutup jadi terbuka!***1946
Sebuah Kamar
Sebuah jendela menyerahkan kamar inipada dunia. Bulan yang menyinar ke dalammau lebih banyak tahu.“Sudah lima anak bernyawa di sini, Aku salah satu!” Ibuku tertidur dalam tersedu,Keramaian penjara sepi selalu,Bapakku sendiri terbaring jemuMatanya menatap orang tersalib di batu! Sekeliling dunia bunuh diri!Aku minta adik lagi padaIbu dan bapakku, karena mereka beradadi luar hitungan: Kamar begini,3×4 m, […]
Malam
Malam Mulai kelambelum buntu malamkami masih saja berjaga-Thermopylae?–jagal tidak dikenal?-tapi nantisebelum siang membentangkami sudah tenggelam hilang… ***1945
Sajak Lagu Siul
Chairil Anwar Laron pada matiTerbakar di sumbu lampuAku juga menemuAjal di cerlang caya matamuHeran! ini badan yang selama berjagaHabis hangus di api matamu‘Ku kayak tidak tahu saja II Aku kiraBeginilah nanti jadinyaKaiu kawin, beranak dan berbahagiaSedang aku mengembara serupa Ahasveros Dikutuk sumpahi ErosAku merangkaki dinding butaTak satu juga pintu terbuka Jadi baik kita pahamiUnggunan api […]
Penulis edisi 268
Liston P Siregar, editor www.ceritanet.com Chairil Anwar, (1922-1949), pelopor Angkatan 45 yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia. Sajak-sajaknya baru diterbitkan setelah dia meninggal, yaitu Tiga Menguak Takdir (bersama Rivai Apin dan Asrul Sani), Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Luput (1950). Ia lahir di Medan tapi setelah kelas dua […]
Di Mesjid
Kuseru saja DiaSehingga datang juga Kami pun bermuka-muka Seterusnya Ia bernyala-nyala dalam dadaSegala daya memadamkannya Bersimpah peluh diri yang tak bisa diperkuda Ini ruangGelanggang kami berperang Binasa-membinasaSatu menista lain gila 29 Mei 1943
Cerita
kepada DarmawijayaChairil Anwar Di pasar baru merekaLalu mengada-menggaya Mengikat sudah kesalTak tahu apa dibuat Jiwa satu teman lucuDalam hidup dalam tuju Gundul diselimuti tebalSama segala berbuat-buat Tapi kadang pula dapatIni renggang terus terapat
Penulis edisi 260
Jajang Kawentar, mengajar di SMA Pusri Palembang dan sebagai pegiat seni ikut mengelola Sanggar Air Seni Palembang. Ani Mulyani, dari Sukabumi pindah ke Jakarta dan sambil bekerja dia belajar hingga menyelesaikan kuliah di S1 di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo. Selain menulis, juga rutin ke pusat kebugaran, bersepeda dan lari. Arifah Nugraheni, kelahiran […]