Dokter Zhivago 50
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960. Hari berikutnya, ketika Zhivago pulang untuk makan siang, ia berkata: “Nah, kau sangat ingin berangkat, sekarang kita semua akan berangkat. Tak kukatakan ‘syukurlah,’ sebab bukanlah syukur namanya, kalau kita terjepit dan kalah lagi. Semua kesatuan pengobatan diperintahkan keluar. Kita pergi besok atau lusa. […]
Dokter Zhivago 50
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960Sekali lagi mereka berbaring di bangku tidur depan kedua ujung jendela yang sangat panjang itu; hari telah malam dan mereka becakap-cakap. Zhivago bercerita pada Gordon, bagaimana ia pada suatu hari bertemu Tsar di medan perang.selengkapnya
Dokter Zhivago 49
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960. Sekali lagi mereka berbaring di bangku tidur depan kedua ujung jendela yang sangat panjang itu; hari telah malam dan mereka becakap-cakap. Zhivago bercerita pada Gordon, bagaimana ia pada suatu hari bertemu Tsar di medan perang. Waktu itu adalah musim semi pertama yang dialami […]
Dokter Zhivago 49
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo),disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960Sekali lagi mereka berbaring di bangku tidur depan kedua ujung jendela yang sangat panjang itu; hari telah malam dan mereka becakap-cakap. Zhivago bercerita pada Gordon, bagaimana ia pada suatu hari bertemu Tsar di medan perang. Waktu itu adalah musim semi pertama yang dialami Yuri dalam […]
Dokter Zhivago 48
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960. Di wilayah ini dusun-dusun agaknya secara ajaib luput dari permusnahan, merupakan pulau-pulau keamanan tak terbilang di tengah lautan reruntuhan. Suatu sore waktu matahari terbenam, Gordon dan Zhivago pulang naik kereta. Di sebelah desa nampak seorang Kosak muda dikerumuni orang banyak yang bergembira; Kosak […]
Dokter Zhivago 48
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo),disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960Di wilayah ini dusun-dusun agaknya secara ajaib luput dari permusnahan, merupakan pulau-pulau keamanan tak terbilang di tengah lautan reruntuhan. Suatu sore waktu matahari terbenam, Gordon dan Zhivago pulang naik kereta. Di sebelah desa nampak seorang Kosak muda dikerumuni orang banyak yang bergembira; Kosak itu melambungkan […]
Dokter Zhivago 47
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960. “Ada kudakah hari ini?” tanya Gordon pada tiap kali Dr. Zhivago pulang untuk makan tengah hari. Mereka tinggal dalam teratak petani di Galici. “Jangan harap. Lagipula, kau mau kemana? Tak dapat bergerak ke kanan atau ke kiri. Ada desas-desus yang kacau dan menakutkan, […]
Dokter Zhivago 48
Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo),disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960Di wilayah ini dusun-dusun agaknya secara ajaib luput dari permusnahan, merupakan pulau-pulau keamanan tak terbilang di tengah lautan reruntuhan. Suatu sore waktu matahari terbenam, Gordon dan Zhivago pulang naik kereta. Di sebelah desa nampak seorang Kosak muda dikerumuni orang banyak yang bergembira; Kosak itu melambungkan […]
Dokter Zhivago 46 – Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo)
Garis depan sudah mulai bergerak. Sebelah Selatan dari distrik yang didatangi Gordon, pasukan-pasukan kita berhasil menerobos posisi-posisi musuh. Bala bantuan menyusul serta melebarkan bobolan, tapi mereka ketinggalan hingga kesatuan-kesatuan yang maju tadi terpencil dan ditangkap. Antara tawanan itu adalah Letnan Antipov yang terpaksa melaporkandiri, tatkala peletonnya menyerah. Ia disangka kena granat dan teruruk oleh ledakannya. […]
Dokter Zhivago 45 – Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo)
disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960. Kereta api Palang Merah, diperlengkapi dengan sumbangan-sumbangan sukarela yang dikumpulkan oleh Panitia Tatyana Penolong Orang Luka-luka* tiba di Markas Besar Divisi. Kereta api ini panjang, sebagian besar tersusun dari gerbong-gerbong barang yang buruk lagi pendek; dalam deresi kelas satu yang satu-satunya, duduk orang-orang terkemuka dari Moskow dengan hadiah-hadiah untuk […]