Dokter Zhivago

Boris Pasternak(alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960) Pekerjaan membersihkan rel itu makan tiga hari dan seluruh keluarga Zhivago, juga Nyusha, ikut serta. Inilah tiga hari yang paling nyaman selama perjalanan. Suasana di daerah itu seperti rahasia tertutup. Di dalamnya ada sesuatu yang mengingatkan kita pada pemberontakan Pugachov seperti yang disaksikan Pushin […]

Tentang Penulis Edisi 101

Gendhotwukir, lahir di Muntilan,Jawa Tengah, Mahasiswa Filsafat St. Augustin Jerman, penulis lepas, tinggal di Jerman. Farah Rachmat , tinggal di Jakarta dan gemar menulis.

Saripohatji

Farah Rachmat Kata seorang kawan –yang meminjamkan aku bungkusnya untuk kusalin– ia berkenalan dengan Saripohatji sejak kecil. “Yah…sejak SD-lah,” katanya. Kawan, kalian boleh pula berkenalan dengan Saripohatji, ia terbungkus kertas kantong kecil berukuran kira-kira 7,5 x 10 cm. Di depan bungkusnya bertuliskan: Terdiri Th. 1927(Latar kuning)Gambar seorang ibu dalam lingkaranBEDAK SARIPOHATJI –TERBIKIN OLEH S. MARIJAHGedep. […]

Kelahiran Bulan

Dewi kegelapan mengandung tanpa persetubuhan. Di bulan ke-7 terhuyung-huyung memegang buncit di perutnya. Limbung di perjalanan bentang 7-9 bulan. Peluh di dahinya mengucur, membasahi malam panjang di paro sepi. Rintik air peluh jatuh menjadi hujan malam, menggenang di danau kecil, tempat bercermin wajah membiru di pucat sayu. Embun-embunnya menggantung di ranting malam, menggerayut menanti semarak […]

Tragedi Pembunuhan Kenangan

Gendhotwukir Sejak aku membunuh kenangan, ada yang mengatakan aku akan membunuh kehidupan. Tidaklah demikian. Hidup tanpa kenangan berarti berenang-renang di lautan waktu obyektif. Dengan kekar tangan-tangan memegang rembulan dan matahari. Tiada malam tiada siang, karena telah kuhancurkan semuanya. Dengan remuknya matahari dan rembulan maka bertaburan kunang-kunang di setiap sudut pandang. Itulah keabadian. Malam dan siang […]