Dia
Ani Mulyani If you love someone more than anything, then distance only matters to the mind, not to the heart……(Anonymous) Kulayangkan pandangan sesaat dari jendela pesawat ke laut lepas di Selat Makassar. Ssungguh indah, diantara kilang-kilang minyak yang bertebaran nuansa teknologi modern, masih dapat kulihat birunya air laut. Pagi itu untuk pertama kali aku menginjakkan […]
Reinkarnasi
aku sudah lupaberapa kali hidup di duniamemang aku banyak kenal mukatapi waktu bikin lupa siapa mereka dari bakteri aku tumbuh menjadi padijiwaku terbang mengepak sayap seperti malaikat aku lahir ke lantai bumi sebagai bayikelak aku tua renta dan mati lagi(Balikpapan, 18 Juli 2007)
Habis Cerita
Moyank katakan kepadaku:manakah yang kau suka? haruskah kuhancurkan tubuhmuberulang di atas ranjangatau membiarkan waktu habisdalam cerita sampai pagi tiba? tapi aku merasa tanggungmembiarkan berahiku terjagajika kita harus mulai lagi dari merabasebab waktu telah menunjuk pukul lima(Balikpapan, 20 Juli 2007)
Negeri Makian
Martha Andival “Pembunuh!!”“Pembunuh!!”Aku terdiam. Suara-suara itu begitu memekakkan telinga. Andaikan dapat menjerit tentu aku akan menjerit. Tetapi suaraku tersekat di tenggorokan. Mungkin sehari lagi, seminggu atau bahkan setahun lagi aku akan mampu berteriak dan menjerit. “Pembunuh!!”“Pembunuh!!” “Bukan….., aku bukan pembunuh……!!!”“Dorr…..! dorr……! dorr….!!”“Dorr…! Dorr….!!”Manusia-manusia ini telah menumpahkan darah kami. Membasahi negeri kami yang termaki, termaki oleh orang-orang […]
Tentang Penulis Edisi 148
Martha Andival, wartawan Tabloid Modus Aceh yang gemar menulis dan penrah menjadi pelatih paduan suara. Ani Mulyani, karyawan swasta di Jakarta dan mahsiswa Universitas Dr. Moestopo Moyank, tinggal di Balikpapan dan karyanya dimuat dalam beberapa Antologi Puisi Bersama, antara lain The Consuming Flame (International Library of Poetry 2000), Graffiti Gratitude (Angkasa 2001), Cinta Pohon Tamar […]