Awan Mendung Awan Harapan

Elmi Zulkarnain Gumpulan awan mendung pekat mula menitikkan titis-titis hujan. Setelah Suri menyeret langkahnya masuk ke kelas, dia terpaku di tempat duduknya dalam pasak rasa belahan jiwa yang kosong. Ingin sahaja dia merejamkan rasa benci untuk meneruskan hayatnya kepada dunia. “Saya mahu awak-awak semua mengarang sebuah cerita yang bertajuk Ibu. Mudah bukan? Interpretasi cerita terpulang […]

Mak, Kutuk Aku Jadi Orang Kaya

Bambang Saswanda Mak… kutuk saja akuSebelum uang sekolah melumat angankuSebelum guru menghukumkuKarena tak mampu beli buku Mak cepat kutuk akuMasa depan terlalu buram untukkuSeperti memacu dalam mimpiSaat terbangun kuda hilang aku tak sampai Aku anak nelayanHidup dari lautanMengais nyata ditanah mimpiTak mampu itu tak mampu ini, Aku anak nelayanSedikit harapanAku anak nelayanBanyak ketakutan Mak kutuk […]

Maling dan Ustadz

Imron Supriyadi Kepergian ayah dan ibu tak lepas dari perseteruan dingin dengan Pak De, yang sudah berkobar sejak aku masuk pesantren. Aku mendengarnya perseteruan ini bukan dari ayah atau ibu, tetapi dari Pak Lik yang menceritakannya ketika aku pulang ke Jawa. Akarnya rupanya sudah dalam karena sejak ayah mondok di pesantren Krapyak Yogyakarta, Pak De […]

Innalillahiwainnailaihi Rojiun

di ujung tiang biduk tuatersembul ketidak pastianmengayuh dan mengayuhsampai patah kayuh lamat-lamat riak berombakmengamuk dengan sepasukan anginterlunta-lunta nasib di tengah lautanhidup ditanggung-tanggungkan persinggahan turut benamkarang menghitammata kail tersangkut di matajala telah pula lupa terbawa sejauh jauh ia berlarisedekat dekat ia menantiterbayang wajah istri terlentang di dipanditunggui anak yang membaca yasin innalillahiwainnailaihi rojiunbapak mati dibenamibu mati […]

Penulis Edisi 163

Elmi Zulkarnain, sarjana muda Bahasa dan Kesusasteraan Inggris di Singapura yang hobby menulis puisi, Bambang Saswanda, mahasiswa Fakultas Sastra USU, Medan Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis Tahun 1995 hingga sekarang. Karya-karyanya dimuat di sejumlah surat kabar. ___________________