Terimakasih ke Mama
Terimakasih ke MamaJuliana Wen 2008Srett… Bam! Mobil suamiku tabrakan dengan truk besar di simpang jalan. “Akkhhhh!,” jeritku dan tersentak dari mimpi buruk dengan sekujur tubuh berkeringat. “Ada apa, Ma?” tanya Happy, putriku yang berusia 8 tahun. Dia tertidur tepat di sampingku.“ Tidak apa-apa, sayang,” kataku lembut menenangkannya dan dia tidur kembali, juga aku. Namaku Rene, […]
Obsesi Punggung
Nisa Ayu Amalia Beberapa hari ini aku selalu berbicara bahasa punggung. Kataku, punggung adalah anugrah dikala sepi, kemudian mencoba membelakangi kita. Entah setan apa yang merasukiku, menyelipkan beberapa kata-kata punggung dalam kosa kataku, dan menjejalkannya di ujung bibir. Mulanya aku hanya mengingat-ngingat kata punggung dalam otak, membatin punggung dalam hati, meletakkannya di langit-langit mulut, mengucapkannya […]
Maling dan Ustadz
Imron Supriyadi Di Desa Ganjar Agung yang dihuni oleh berbagai paham dan golongan agama, aku harus bisa masuk dari berbagai pintu guna bergaul dengan mereka. Sejak awal, aku tidak pernah mempersoalkan hal-hal yang akan menjadi perdebatan panjang, tapi lebih memilih pada pendekatan sosial. Aku suka mengingat yang dikatakan Amien Rais tentang Tauhid Sosial. Menurut Amin, […]
Penulis Edisi 168
___ Nisa Ayu Amalia, mahasiswa Program Magoster Psikologi di Unibersitas Surabaya dan merintis Komunitas ESok (Emperan Sastra -cOk, Cepetan Ojo Keri). Juliana Wen, Mahasiswi dan pekerja paruh waktu di Medan; gemar nulis cerita dan nonton film. Beberapa karyanya masih dalam bentuk tulisan tangan. Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan […]