DirumahMu air mataku derai
aku yang terpaut jauh dari jalan menuju janjiMuberlama-lama di gaduh penggoda dari bara api nerakaMusemakin tenggelam ku sujudkan diri dalam rumahMuMekah yang berselubung takbir membuncah air mata***
Mimpi
purnama di ujung mata memecah buih di anginmelabuhkan segenggam asa dalam bukit-bukit menjulang ke awanmenyunting wanita-wanita yang tak pernah dicaci terikhingga membayang udara dalam tarikan nafas adalah surga teruslah menjejak pasir-pasir dalam angkasa lamunanmembumbung memuncak menanggalkan beban di pundakmengayuh setingi-tingginya kesenanganmeramu mimpi di kutub bumi dini hari
Duhai Nestapa
Duhai nestapaperihnya sudahlah senjabak peniti luka mencucuk usiarenta ia dirundung air mata duhai nestapatanggalkan ia yang di ujung sanagemetar tegak lapuk dicerca genangan siksamerenda duka merajut derita duhai nestapatiada usai jua padam kobaran deradari satu darah kedarah matanyamenukiklah tajam sembilu dipangkal lehernya
Sumbang
Bambang Saswanda terkutuklahcinta yang berderak-derak di pangkalan telingamengingang laju kumuhbersenggama hina kau bertanya pada sengsara sepasang sekoci berlumur lumutmembatu bersama karangdaripada kau terjungkal ke lautanmari kita eja perhelatan dengan semestinya terkutuklahcinta ditambah cinta menjadi sampahterciumi sengatan membesarkan arwah di dalam kubursungguh.. kuncilah hati sebelum kau terbawa digiling kunyah peradaban kau gilir dengan martabat sumbangkau gulai […]
Penulis Edisi 172
Imron Supriyadi, pelaku seni sastra di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Bambang Saswanda, mahasiswa Fakultas Sastra USU, Medan.
Presiden Ponari
Imron Supriyadi Akal sehat orang Indonesia –atau bahkan ruang batinnya– tengah tertuju pada dukun cilik Ponari di Jombang Jawa Timur. Seorang anak yang menemukan batu tiba-tiba menjadi dukun dan setiap hari ribuan orang antri membawa air. Ponari mencelupkan batu temuannya sekitar 1 detik. Penghasilan Ponari –atau keluarganya– disebut-sebut mencapai Rp. 1 milyar, hanyadari 2 minggu […]