Maling dan Ustadz
Imron Supriyadi Di Kotabumi hampir bisa dikatakan aku tak banyak cing-cong. Bukan karena tidak ada kesempatan, tetapi demi menjaga nama baik keluarga paman dan bibi. Apalagi paman sangat kenal dengan Pak Arpani dan beberapa guru lain di sekolah. Kalau sedikit saja aku melanggar aturan sekolah, sudah pasti kabar itu akan segera sampai di telinga paman. […]
Aku, aku, dan aku, Za
Aminatul Faizah Satu tahun lebih berlalu sejak cerita cintaku di mulai di SMA dan berakhir entah kapan. Mungkin cerita itu benar-benar tak pernah dimulai dan layu sebelum sempat aku mencium aromanya. Hampir tak ada perubahan yang berarti meski aku kini berada beribu-ribu mil jauhnya dari tempat tinggalku. Aku meninggalkan Indonesia namun Indonesia tak pernah sekalipun […]
Seksinya Saham
Presiden Hayat “Betapa tidak adilnya?” kataku dalam hati. Belum genap sehari, nilai saham yang kubeli sudah naik 5 perak/saham. Kalau sebagian sahamku, katakanlah, aku jual 59 lot saja, aku sudah untung sekitar 100 ribu perak. Berapa jam tukang ojek harus bekerja untuk mendapatkan duit 100 ribu perak? Berapa jam seorang pelayan toko harus tersenyum, berdiri […]
Penulis Edisi 184
Aminatul Faizah. tinggal di Gresik. Presiden Hayat, penikmat seni dan sayur asam. Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis. Karya-karyanya dimuat di sejumlah surat kabar.