Bumi Sekarat
Presiden Hayat Terkapar dia. Dan kita yang telah menikamnya berulang-ulang. Idiotnya, meski kita telah menyayat-nyayatnya, menaburi lukanya dengan garam sambil nyanyi Genjer-Genjer, kita tidak nggak merasa telah membuatnya koma. Entah berapa bencana lagi dibutuhkan untuk menyadarkan kita. Berapa juta lagi isyarat dan tanda harus diberikan untuk membuat kita mengerti. Berapa lagi azab yang harus ditimpakan […]
Penulis Edisi 187
Bambang Saswanda Harahap, mahasiswa Fakultas Sastra USU, Medan. Presiden Hayat, penikmat seni dan sayur asam Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis Tahun 1995 hingga sekarang. Karya-karyanya dimuat di sejumlah surat kabar.
Maling dan Ustadz
Imron Supriyadi Sebagai lembaga pendidikan baru, meja dan kursi untuk belajar masih kurang. Tetapi karena belajarnya di dalam masjid, yang perlu kulakukan adalah membuat meja panjang yang cukup untuk dua orang. Kalau murid ada 45 orang, berarti aku cukup memperjuangkan agar ada bantuan 25 meja panjang untuk anak-anak TK/TP Al-Quran. Tapi kemana aku harus mencari […]
Untuk Jalan yang Sedang Dibaca
Bambang Saswanda Harahap kita berangkat sebelum hutan-hutan dinyalakan matahari, kau berjalan berjingkat menahan gemetar dagu. aku tidak terlalu berharap engkau akan gembira dengan tempat yang akan kita tuju, sengaja aku tidak memberitahumu. dan sekarang saatnya kita pulang sebelum hutan-hutan dipadamkan malam, kembali kulihat kau berjalan tertatih memanggul peluh, aku tidak terlalu berharap engkau akan akan […]
Sebungkus Bola Memantul
bola…bola…bola…MEMAN…tulmeman…TUL…BOLA…BOLA…BOLA tul…Meman…tul…MEMAN…tul…BOLA…BOLA…BOLAbola…bola…bola…TUL..meman…TUL…meman…TULMEMANTULmemantulbolaMEMANTUL…BOLA…MEMANTULbola…memantul…bola BOLA…BOLA…MEMANTULmemantul…bola…bolamemantul…mantul…BOLA…bola…bola…MEMANTUL…bola…ah…memantul dik,Bola yang semula memantul setelah kubungkus menjadi diam, maafkanaku dik, yang tidak mampu memberikanmu sebungkus bola memantul, mungkin lusa, bola memantul akan terbungkus.Tentunya untukmu dik.Kini bola memantul tapi setelah memantul tak bisa dibungkus, maafkan aku dik, mungkin lusa, bungkus bola memantul akan kutiup seperti pintamu hingga bola memantul-mantul dalam bungkus yang kutiup.Tentunya […]