Bambang Saswanda Harahap
kita berangkat sebelum hutan-hutan dinyalakan matahari, kau berjalan berjingkat menahan gemetar dagu. aku tidak terlalu berharap engkau akan gembira dengan tempat yang akan kita tuju, sengaja aku tidak memberitahumu.
dan
sekarang saatnya kita pulang sebelum hutan-hutan dipadamkan malam, kembali kulihat kau berjalan tertatih memanggul peluh, aku tidak terlalu berharap engkau akan akan gembira dengan tempat yang akan kita tuju, sengaja aku merahasiakan padamu.
mungkin esok di layar televisi, mereka akan membaca kita sebagai sajak indah tentang sepetak sawah di halaman rumah tidak berjendela.
***
Medan, sebelum tahun ini