Aku, Lagi

Dan seperti kapas yang terhempas dari cangkangnyaMelayang tanpa mengerti arah kompasHembusan angin menerjang tak berperi Terjatuh dalam lumpur lengketMenggeliat lekat tak tersentuhBerlumur basah Kosong tanpa tatapanMenerobos sukma yang tertinggalSeperti kudis yg tak kunjung sembuh Kertas yang tak tersentuh jariTerkoyak gesekan tinta yg mengeringMenjadi kelam tanpa makna Asa tuk hijrah seperti nabiKemuliaan tempat yg menjadi tujuanBerpulang […]

Aku

Rama Yunalis Oktavia Aku kembali menulisMenggurat irama kataBerpacu dalam neuron-neuron otakMenciptakan simponi rasa Aku kembali menulisLincah jemarii dalam tuts hitamMenari gemulai tanpa hentiMenciptakan asa jiwa Aku kembali menulisDalam dunia yang hanya ada aku dan DiaTerbenam dalam pusaran waktu yang terus berputarTanpa ada palang dan silang Aku kembali menulisSeperti muntah yang tak terbendungMengeluarkan semua isi perut […]

sajak Indonesia Satu

Yudistio Ismanto Indonesia Satu Wahai AnakkuHari ini akan kuajari engkau menulisA B C DSupaya nanti engkau tak akan menangisSaat membaca A P B D Indonesia DuaWahai AnakkuHari Ini akan kuajari engkau berhitungSatu dua tiga empatAgar kelak engkau bisa menghitungAngka yang tepat untuk rakyat Indonesia TigaWahai AnakkuBesok aku kanmengajarimu cara membagi hatiKarena engkau harus meruntuhkan sebuah […]

Penulis edisi 208

Yudistio Ismanto, lahir di Lahat 30 tahun lalu, kini bergiat di Komunitas Sastra Lembah Serelo Lahat Suhendri Cahya Purnama, tinggal di Bandung. Rama Yunalis Oktavia, karyawan penikmat sastra, tinggal di Bekasi. __________________________________

Negeri Di Balik Purnama

Suhendri Cahya Purnama Marilah kitabermain sejenak sahabat Ketikalangit mulai menabiri wajahnya dengan tirai senja Dan Tuhanmenaburi rahmatnya yang begitu luar biasa Marilah kitabermain sejenak sahabat Saat petangmerambat dan surya berlahan menutup hari yang indah ini Dan kau adadi sana, memanggilku untuk bersama-sama menyanyikan kidung senja Ditemanidawai yang kau petik, kita pun menari Cha…Cha…Cha… Marilah kitabermain […]