Riswijk 17

Taufiq Ismail (1966) Djakarta Dalam Puisi Indonesia Malam itu kami duduk di beranda, bulanpun adaLalu lintas terasa hingar, deru deram sebentar-sebentarMemanjang kawat telepon di antara tiang yang merentang Redup temaram dalam garis-garis coretan hitamDengung karet beca, lewat lubang selokan tuaTiba-tiba di langit membusur titik cahayaDi celah deretan menyusur cemara hospitalKami sama berdiri. “Bulan aurnoetika-kah kini?”Benda-benda […]

Surat Buat Pa Said

Ajip Rosidi (1956) Djakarta Dalam Puisi Indonesia Kita hidup atas satu bumi tapi dua duniaKita hidup dalam satu hari tapi lain mimpiImpian yang sederhana, impian dalam mimpiYang mengendap, jadi keyakinan: Warna kan jadi hijau, malam secerlang pagi Bertolak pada keyakinan, kita lepaskanimpian demi kepercayaan masing-masingbertolak atas kasih sayang, kita lepaskankekasih paling tercinta. Kita lebih percayapada […]

Teheran Dalam Stoples 6

Aminatul Faizah 5. ChadurSuatu pagi aku, adikku dan juga Ali duduk di atas permadani Persia yang tua dan tebal. Kulihat ibu mengenakan kain hitam yang sama dengan kain hitam yang selalu melilit tubuh khala Aisyah saat ia akan pergi ke luar rumah. Semua perempuan Iran memakainya. Kain itu membentuk lingkaran besar dengan diameter sekitar dua […]

Saya ‘Rajanya’ Arsenal 2

Liston P Siregar Karena terlalu bersemangat, saya tiba terlalu cepat di satu pagi akhir Februari di pintu masuk tur Stadion Arsenal. Masih ada sekitar 40 menit. Meja penerima tamu agak ramai karena ada tur perorangan dengan mesin pencerita untuk pengunjung yang bayar di tempat dengan mengikuti jalur yang sudah disiapkan. Giliran saya: disambut senyum ramah. […]

Penulis edisi 241

Liston P Siregar, editor www.ceritanet.com Aminatul Faizah, lahir di Gresik, 31 desember 1989 dan memegang motto: jadikan apa yang tak sempurna melebihi kesempurnaan itu sendiri karena kesempurnaan sejati yang mutlak milik Tuhan dan di dunia kesempurnaan adalah relatif. Novel pertamanya, Teheran Dalam Stoples diterbitkan oleh Diva Press. Taufiq Ismail (lahir 1937) telah menulis saja sejak awal tahun 1950-an […]