Dendam
Berdiri tersentakDari mimpi aku bengis dielak Aku tegakBulan bersinar sedikit tak nampak Tangan meraba ke bawah bantalkuKeris berkarat kugenggam di hulu Bulan bersinar sedikit tak nampak Aku mencariMendadak mati kuhendak berbekas di jari Aku mencariDari tercerai dari hati Bulan bersinar sedikit tak tampak 13 Juli 1943
Mulutmu Mencubit di Mulutku
Chairil Anwar Mulutmu mencubit di mulutkuMenggelegak benci sejenak ituMengapa merihmu tak kucekik pulaKetika halus-perih kau meluka?? 12 Juli 1943
Penulis edisi 262
Arifah Nugraheni, kelahiran Klaten, Pulau Jawa, dan sekarang mengajar di SM3T di Pulau Morotai, Maluku Utara. Kontrak mengajarnya di Pulau Morotai selama satu tahun dan pada masa itu ingin memebantu menyampaikan suara-suara para murid di Pulau Morotai. Liston P Siregar, editor www.ceritanet.com Viktoriya Tokareva, lahir 20 November 1937 in Leningrad. Penulis naskah film dan cerita […]
Purnama Tak Bisa Memilih (Kematian)
“Inang 1, kuatkanlah hatimu. Kaunya nanti yang mengantarkan kami satu per satu.” Purnama ingat betul kalimat itu. Mamak yang mengatakannya, dalam perjalanan pulang usai pemakaman bapaknya bertahun silam, sembari memegang tangannya erat dengan isak tangis tersisa. Tak ditanggapinya kata itu dan lebih memilih memeluk ibunya lebih kuat. Ketika itu. Kini kalimat itu memaksanya menggali ingatan […]
Apa Cita-citamu Nak?
Siang itu Morotai begitu panas, seperti biasanya. Dibantu teman-teman satu rumah, Henny dan Linda, aku mulai menempelkan potongan setengah kertas ukuran hvs di dinding kamar kami. Ini kertas ajaib, bagiku. Kenapa? Hari ini aku mengajar tiga kelas, semuanya adalah kelas IX. Karena hidup seseorang harus memiliki tujuan, begitu juga kehidupan anak-anak di SMP N 2 […]
Teheran Dalam Stoples
Ayatollah Khomeini adalah manusia setengah dewa yang menguasai seluruh kehidupan di Iran termasuk keluargaku. Ibu merasa kalau kami harus buru-buru meninggalkan Iran. Harus. Ia tak mau negeri yang ia yakini akan bergejolak mengambil masa laluku. Itu tidaklah benar. Aku dan teman-temanku hanya tahu bahwa laki-laki itu adalah pahlawan. Entah dipandang dari sudut mana. Kehidupan boleh […]
Dari Kehidupan Para Jutawan
Victoria TokarevaPenerjemah: Victor Pogadaev Kami duduk mengelilingi meja. “Tadi pagi aku pergi ke dokter,” kata Madelaine. O, jadi Madelaine datang ke kota untuk pemeriksaan doktor. “Segala-galanya oke,” dia menambahkan dengan nada puas.“Apa yang kau derita?” tanyaku meskipun tidak tahu apakah sopan pertanyaan seperti itu.“Kanker. Sedikit saja.” Aku terus menundukkan kepala untuk menyembunyikan kebingunganku. Kanker merupakan […]