Dokter Zhivago 29 – Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo)
Disalin sesuai aslinya dari terbitan Djambatan, Maret 1960 dengan penulisan ejaan baru. Pekerjaannya pada keluarga Kologrivov tidak menghalangi Lara menamatkan sekolahnya dan mulai berkuliah di Universitas. Ia belajar dengan baik, hingga akan berpromosi tahun depan, tahun 1912. Dalam musim semi tahun 1911 muridnya Lipa lulus sekolah. Ia sudah bertunangan dengan insinyur muda, Friesendank. Keadaannya baik […]
Tentang Penulis Edisi 29
Arie MP TambaLahir di Tamba (Tobasa), 9 april 1961. pernah kuliah di unpad dan STIE Bandung, dan bekerja di berbagai perusahaan. Aktif menulis puisi, cerpen, esai, novel (cerbung), skenario, iklan, dan lain-lain. Saat ini tinggal di Bekasi Timur bersama keluarga, dan tercatat sebagai pekerja di sebuah megaportal.M. Najib Azca, mantan jurnalis mingguan DeTIK dan penggiat […]
Patung Penari – Arie MP Tamba
Lalu kau bertanya tentang lentik jemari melecut angin Kisah senja berdarah tersingkap gelombang rambut di balik kain hitam Hingga tubuh menggigil terkenang kemarin rindukan kau Bersama mimpi tengadah menyusu buah dada bintang purba Di antara kedua telapak gelas terjatuh menjelma kemuraman patung dibasah hujan Seseorang melangkah lentur di celah luka dan debar fana Maka menarilah menghentak perlambang pada setiap langkah cahaya berkibaran Maka menarilah membangunkan esok berupa degup samudera pagi merah Hingga ruang dan waktu menjelma segurat impian Dan patung penari membiarkan tubuh beringsut dari batu berlumut Tangisan menepi hampa kisah […]
Muslim Tanpa Masjid? Catatan Kritis untuk Dr. Kuntowijoyo – M. Najib Azca
Dalam buku kumpulan artikel terbarunya terbitan Mizan (2001), cendekiawan muslim Dr. Kuntowijoyo kembali menyuguhkan sejumlah ide cerdas dan menarik seputar Islam dan umat Islam. Salah satu gagasan orisinal Kunto adalah tesisnya mengenai lahirnya generasi baru di kalangan umat Islam yang disebutnya sebagai generasi ‘Muslim Tanpa Masjid’ –yang kemudian dipilih menjadi tajuk buku tersebut. Sebagai narasi […]
Pangeran Jawa Atawa Jagger Melayu 9 – Bramantyo Prijosusilo
Setelah makan malam makanan tradisional Inggris, fish ‘n chips ‘n mushy peas, Keith meracik selinting hashish lagi, menghabiskannya dengan Jagger di jendela, lalu berpamitan karena dia harus bekerja pagi-pagi esok harinya. Sanca kecil, girang saja rasa hatinya, dan ingin bercanda terus, tak mau tidur. Elaine dan Keith juga masih merasakan pengaruh dari terbang melintas begitu […]