Dokter Zhivago 51

Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960. Rumah sakit tempat Yury sembuh kembali di bagian perwira, telah diungsikan dan rupa-rupanya dilakukan orang dalam kota kecil di depan rel kereta api, dekat markas besar Umum. Hari panas pada akhir bulan Februari. Jendela dekat ranjangnya tebuka. Pasien-pasien membuang waktu sebelum makan siang. […]

Dokter Zhivago 51

Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo),disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960Rumah sakit tempat Yury sembuh kembali di bagian perwira, telah diungsikan dan rupa-rupanya dilakukan orang dalam kota kecil di depan rel kereta api, dekat markas besar Umum. Hari panas pada akhir bulan Februari. Jendela dekat ranjangnya tebuka. Pasien-pasien membuang waktu sebelum makan siang. Mereka dengar […]

Smaradina Muda Mangin

Syam Asinar RadjamTengah malam acara keakraban antara mahasiswa baru dengan himpunan mahasiswa jurusan, Mangin hendak menyerahkan balasan surat singkat itu ke Dinda. Di persimpangan kebimbangan. Hujan sibuk-sibuknya sebagai panitia. Toh, mahfum Mangin kalau tak ada waktu baginya. Selama ini pun Mangin tak punya waktu banyak untuk Hujan. Karena diserahkan waktunya kepada kerja di kampung-kampung dan […]

Pangeran Jawa Atawa Jager Melayu

Bramantyo PrijosusiloKetika pagi-pagi Tahun Baru Elaine kembali ke flatnya, suami dan anaknya masih tidur berpelukan. Diletakkannya coat tebal di gantungan dekat pintu dan dialirkannya air hangat ke dalam bath-tub. Perasaannya tak enak, seolah pemandangan-pemandangan liar di pesta semalam telah menempel di kulitnya. Rambut dan pakaiannya bau asap rokok, tetapi pemandangan pesta sex beramai-ramai lebih mengganggu […]

Reportase Sunyi

EdwinDan angin yang manjaMeniupkan kerinduanUntuk pulang ke haribamuTapi jarak yang terlalu panjangMembentang sebuah ruangselengkapnya

Bumi Ketiga

Imron SupriyadiAku tergeragap. Sebuah kilat cahaya telah memecah bongkahan batu besar, tempat selama ini aku tidur di dalamnya. Sulit kuterjemahkan. Ia datang begitu cepat, Jika kilatan cahaya itu sudah reda, besok atau lusa, akan kutanyakan pada ahli meteorologi, agar aku tidak terus kebingungan. Hari itu aku mendapat bahan penelitian baru yang belum terdata lembaga penelitian […]

Menatap Luka

TS Pinanglihatlah,luka seratus abad tak lewat oleh badaisementara sayu kelopak matamu lelahdidera berita televisi atau purnama dini harisungguh, ketakutan menjadi semacam rinduselengkapnya

Seniman Tak Punya Kuasa

Nigel Reynolds Orang yang paling berkuasa dalam seni bukanlah seniman tapi multi-jutawan yang mengoleksi karya mereka, yang membangun reputasi dengan uang mereka dan membawa kemewahan dan kesejahteraan pada ‘malam pertama’ di galeri seni. Pernyataan itu –yang mungkin membuat suram orang yang menulisnya– ada dalam daftar 100 orang yang paling berkuasa dalam dunia seni kontemporer yang […]

Tentang Penulis Edisi 51

T.S. Pinang, tinggal di Yogyakarta, beberapa puisinya pernah dibacakan di Radio Suara Jerman Deutsche Welle dan RRI Nusantara II Yogyakarta, dan masuk dalam antologi Graffiti Gratitude: Sebuah Antologi Puisi Cyber. Imron Supriyadi, lahir di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah tapi sekolah dan tamat di Fakultas Ushuluddin IAIN Raden Fatah Palembang. Pernah gabung di Teater Aladin, Teater […]

Senja Kerinduan

Senja yang habis bersamamuSungguh mengguncang aras eksistensikuBanjir cahaya di matamuMenerbangkankuMencapai awan-awan ketinggianAku takluk padamu Haruskah kini ditangisiBahtera karam di pantai mimpiAkankah ada yang peduliJiwa yang lantas kering dan matiSurabaya, 25 Desember 2001