Senja yang habis bersamamu
Sungguh mengguncang aras eksistensiku
Banjir cahaya di matamu
Menerbangkanku
Mencapai awan-awan ketinggian
Aku takluk padamu
Haruskah kini ditangisi
Bahtera karam di pantai mimpi
Akankah ada yang peduli
Jiwa yang lantas kering dan mati
Surabaya, 25 Desember 2001