Srr…tik tik dan Buku Pelajaran Bahasa Indonesia

Mula Harahap Saya rasa, buku “Bahasaku” yang kami pergunakan ketika belajar di SD dahulu, adalah buku teks pelajaran Bahasa Indonesia yang paling hebat di dunia. Saya berani mengatakan demikian, karena setelah empat puluh tahun berlalu, masih banyak hal dari buku tersebut yang melekat di kepala saya. Saya masih ingat nama-nama tokoh yang terdapat dalam bacaan […]

Tentang Penulis Edisi 97

Mula Harahap,pengelola sebuah penerbitan di Jakarta dan pengurus Yayasan Adikarya IKAPI. Laura Paais , penulis naskah iklan (copywriter) di beberapa perusahaan periklanan seperti Citra Lintas, Dentsu, Grey dan Jejak.

Dokter Zhivago

Boris Pasternak(alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960) Cerita Vasssya sangat berlainan. Ayahnya gugur dalam perang dan ibunya mengirimnya ke Petersburg untuk magang pada pamannya. Paman ini punya toko sendiri di Pasar Apraksin. Suatu hari pada musim panas yang lalu ia dipanggil pemerintah Soviet untuk menjawab beberapa pertanaya. Ia salah pilih mngenai […]

Vught

: kamp konsentrasi keterasingan menghampirikutanpa siapa-siapahanya papan peringatansungai dingin yang angkuhdan bunyi udara mendengung aku teruskan berjalanmenelan ludah mencerna kejadiansebetulnya tak perlukarena aku hanya singgahdan tak ingin membawa apa-apa dari sini suara alam berlomba mengisi sanubarisia-sia ditepismasuk terus tanpa permisiaku menatap sungainya, daun-daun dan pohon-pohonjiwa hati mata benak tubuh yang sudah tamatnamanya pun hilang samar-samar*

Salatiga

:hutan kecil asrama susteran aku merasa tidak perlu bertanya kepada Tuhanmengapa ada yang luluh lantakselesai mendadakaku merasa diam-Nya membikinku kelumengerti tidak mengertikeras lembutnya Tuhan sama dahsyatnyamakin ke sinimanusia makin berkilahpadahal tak tahu masaasa pun serapuh rumputaku merasa tidak perlu bertanya kepada Tuhanmengapa?jadi kutelan semua pertanyaandan membuangnya di jamban(libur lebaran-Salatiga 2004)

Kintamani

Laura Paais anak malang,kenapa dingin kau timbun begini banyakpadahal selimut yang kutisik belum lagi jadimana bisa aku hangatkan jarimu