Melankolia: Laut Nusa – Agus Widiey

Puisi, edisi 379 Juni 2024 marlena, di sini,di laut yang mulai tercemar ini,kerap kudengar jerit camardengan telapak kaki berdarah. mataku menatap,sebelum perahu menepijuga sebelum cinta dieksploitasi. dinding hari nyaris terbatasmembawaku pada pasiryang terasa seperti duri alas.  –senja pun mulai raib,di antara magrib dan di hadapan nelayanyang gagal menjaring harapan– maka, marlena, jika pada suatu hari gelombang ini […]