Vimshati Varshani – Alexander Robert Nainggolan
– asrina novianti Puisi, edisi 401 April 2026 1.bukankah aku acap meluruh ketika dirimu menjauh, saat bujangku menghilang di balik gaunmu. dan setiap pelukan atau genggaman tangan adalah bahasa yang beternak. kita yang muda, riang dalam mamah-biak rencana.“jangan takut, selama bersama,” dan kuhabiskan lagi seluruh rindu. bahkan saat musim hujan datang menjemput– kerap ada rentang […]
Rumah yang Hilang – Alexander Robert Nainggolan
Puisi, edisi 373 Desember 2023 hanya sebagian perjalanansaat engkau diammeminang ingatan yang remangtapi tangan ayah dan air mata ibuterasa seperti tusukan di jantung hati terasa sia, kau mengoyak masa kanakhanya terdengar di kejauhansuara teriak***2023 Batas Kata masih adakah batas kata, saat puisi-puisi telah beranjak dewasa. dan engkau tak lagi bisa menuntunnya selayak kanak-kanak. dengan matamu […]
Selepas Pagi – Alexander Robert Nainggolan
selepas pagi, ia menjelma jadi puisi yang paling perih. yang tak bisa dikabarkan dengan kata bahkan untuk sekadar luka. namun dari bayangan punggungmu, selalu ada wajah ibu menunggu. meski terasa tirus kurusnya membungkus. dan di kota ini, kita selamanya menjelma jas hujan yang asik menampung segala keluh oleh kenangan lepuh. padahal ia hanya ingin menikmati […]
Kepungan Kata – Alexander Robert Nainggolan
kau tahu akan sulit dan rumitsekadar sembunyi dari alamat sunyisetiap butir debu yang tergelincirmungkin hanyalah kerumunan aksaraterbang sia-sia bersama usiaatau langkah yang pecahtanpa meninggalkan jejak darah di dalam kepungan katatelah kubawa serta untuk berakhir pekanminiatus dari hujan dan kenangan yang sekejap ciutmerebut kerut kalutatau senyuman kecut dari ibuyang bertahun menunggu kedatangan anak kandungnya*** 2019 Ibu […]